Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Memaksa UMMAT ISLAM kembali ke PIAGAM JAKARTA Nasional


 

Sekelompok orang telah membuat kegaduhan dan kekacauan di negeri ini.

Mereka ngotot memaksakan untuk merubah pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Ketika upaya mereka menghadirkan  RUU HIP ditentang rakyat khususnya ummat  Islam yang tidak menghendaki komunisme bangkit kembali di negeri ini, maka mereka pun kemudian berupaya memperdaya rakyat dengan merubah judul HIP menjadi BPIP.

Mereka bodoh ketika mengira rakyat semudah itu  bisa mereka bodohi.

Dicantumkannya  TAP MPRS nomor XXV tahun 1966  dan dihapusnya Trisila dan Ekasila dalam RUU BPIP samasekali tidak merubah sedikitpun niat mereka untuk merubah pancasila . Terbukti RUU BPIP yang ditawarkan pemerintah sebagai pengganti RUU HIP tetap pada esensi yang sama, yakni menjadikan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945  tentang pancasila yang diperas menjadi trisila dan ekasila sebagai ideologi Pancasila, sebagaimana tertuang dalam Keppres Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Hari Lahir Pancasila.

Sebenarnya  sangat dzahar  "eksplisit" sekali upaya yang  mereka perjuangkan selama ini secara sistematis dan masif bersama pemerintah.

Dimulai dengan lahirnya Keppres Nomor 24 tahun 2016  yang dilanjutkan kemudian  dengan dibentuknya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Perppres Nomor 7 Tahun 2018 , hingga munculnya RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang kini bernama  RUU BPIP, dimana semua ini  merupakan mata- rantai menuju terciptanya Ideologi Pancasila 1 Juni 1945.

Jika RUU BPIP berhasil (na'udzu billah) menjadi UU, maka BPIP akan berperan sebagai penafsir tunggal Pancasila sesuai Ideologi Pancasila 1 Juni 1945, baik dalam sistem hukum, juga  dalam pembentukan Undang-Undang maupun dalam rangka implementasi penegakan hukum.

Dimana setiap pribadi, kelompok atau ormas yang dianggap tidak sejalan dengan pemerintah dengan mudah akan diposisikan sebagai anti pancasila. Disamping itu juga pemerintah lewat BPIP  memiliki kekuasaan penuh untuk menetapkan ajaran atau faham keagamaan mana saja yang dianggap bertentangan dengan tafsir ideologi pancasila 1 Juni 1945.

Jika ini sampai terjadi (sekali lagi na'udzu billah min dzaalik) akan sulit dihindari  benturan pertentangan yang sangat tajam,  antara tafsir pancasila versi   BPIP dengan Agama,  terutama sekali dengan hilangnya   sila pertama Ketuhanan YME, atau diganti dengan Ketuhanan yang berkebudayaan sesuai Ideologi pancasila 1 Juni 1945.

Kita semua tentu maklum, Pancasila selama ini diyakini  sebagai  lima rukun  (Tiang) bagi berdirinya bangunan negara Republik Indonesia. Masing-masing tiang tentu saja  harus berdiri kokoh agar menjadi  fondasi yang kuat.

Bangunan Republik ini tentu saja tidak akan berdiri kokoh atau bahkan berpotensi runtuh jika hanya dengan tiga tiang (trisila) apalagi hanya satu tiang (ekasila).

Terlebih lagi yang mereka ingin runtuhkan adakah tiang yang paling utama, yaitu sila pertama Ketuhanan YME.

Penduduk negeri ini  beragama, karenanya semua sepakat menempatkan Ketuhanan YME disila pertama, dengan maksud agar Agama  menjadi norma yang sepenuhnya akan  mewarnai seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Tidak ada orang yang anti Agama  anti Tuhan dan anti Hak asasi manusia di negeri ini kecuali komunis.

Itulah sebabnya mengapa kehadiran RUU beraroma komunis ini membuat rakyat terutama ummat Islam bangkit, karena rakyat khususnya ummat Islam  yakin akan keberadaan sekelompok orang yang selama ini begitu  gigih  berupaya membangkitkan kembali neo komunisme di negeri ini.

Karenanya sangatlah wajar jika rakyat khususnya  ummat Islam kini bukan hanya mencurigai kehadiran RUU HIP yg kemudian berganti nama menjadi RUU BPIP, tapi juga semakin  mencurigai keberadaan lembaga BPIP itu sendiri, terutama setelah pimpinannya yang baru sempat diawal jabatannya membuat pernyataan yang sangat tidak patut dinyatakan oleh orang yang beragama, ketika ybs menyatakan  Agama adalah musuh  terbesar Pancasila.

Sangatlah wajar kiranya  jika rakyat khususnya ummat Islam  sekarang ini menuntut, tidak sekedar hanya menolak RUU HIP atau BPIP atau apapun namanya, tapi juga menuntut agar inisiator RUU HIP diproses secara hukum dan juga agar lembaga BPIP  dibubarkan.

Seharusnya semua pihak di negeri ini menghormati pengorbanan yang telah dilakukan ummat Islam sejak awal berdirinya negeri yang kemerdekaannya juga diraih  dari  pengorbanan jiwa raga para palawan yang mayoritas Muslim.

Dimana dengan sikap tasamuh "toleransi" yang luar biasa  ummat Islam  rela demi persatuan dan keutuhan NKRI mengorbankan salahsatu prinsip  Agama yang sangat mendasar  yang tercantum pada sila pertama rumusan tgl. 22 Juni 1945, yakni dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluknya.

Karenanya, jika mereka yang ingin merubah pancasila yg telah dirumuskan dan disepakati bersama pada  tanggal  18 Agustus 1945  dengan  mengembalikannya bukan kepada rumusan tapi hanya sebatas pemikiran yang disampaikan Bung Karno dalam pidatonya ditanggal 1 Juni 1945, maka sangatlah  wajar kiranya,  jika rakyat khususnya ummat Islam bangkit  dan menuntut agar  mereka dinyatakan sebagai penghianat yang telah melakukan makar terhadap ideologi negara , yang berupaya menghidupkan kembali faham komunisme yang dilarang di negeri ini, yang karenanya  sudah seharusnya mereka diproses secara hukum.

Jika upaya mereka dibiarkan bahkan terkesan didukung pemerintah, maka jangan salahkan bila ummat Islam akan bangkit untuk memperjuangkan kembali salahsatu prinsip Agama  yg sangat mendasar yg telah dikorbankan selama 75 tahun demi toleransi dan menjaga keutuhan NKRI, dengan menuntut agar pancasila dikembalikan lagi kepada rumusan 22 Juni 1945 "Piagam Jakarta".

 

*********************************************************************


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments