Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BABI NAIK POHON Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Merenung membaca share di beberapa WAG  gambar hewan babi yang menaiki pohon dengan menggendong anaknya. Komentar tulisan yang menyertai beragam ada "Dasar babi, disuruh turun malah bawa anak" ada juga " Dasaar goblook, disuruh turun malah bawa anak". Persamaannya pada "suruh turun" dan "bawa anak". Namanya meme atau karikatur tentu multi interpretasi. 

Mengapa babi ? Babi bukan hewan yang biasa memanjat pohon. Disini mungkin  uniknya. Berbeda dengan monyet, babi pun tak pernah bawa anak, apalagi memanjat. Nampaknya ini sindiran tajam untuk "unright job"  dan ketidakmampuan. Karenanya seruan disana adalah untuk turun agar tidak berada di ruang yang bukan habitatnya. 

Babi itu hewan yang memakan kotorannya sendiri dan senang berkubang di lumpur. Jules Winfield tokoh dalam film "Pulp Fiction" berkata ketika ditanya mengapa tidak makan babi "saya tidak makan mahluk yang tak mengerti kotoran mereka sendiri". 

Salah satu sifat babi adalah kepedulian rendah dan tak ada rasa cemburu. Babi jantan yang tak peduli pasangan betinanya "dipakai" babi jantan lain. Satu babi betina biasa berhubungan sex dengan banyak babi jantan di satu ruang dan waktu yang sama. 

Dalam kaitan manusia, watak memakan barang haram, keburukan yang menjadi makanan sehari hari, tidak ada rasa peduli atau malu, serta keserakahan untuk menguasai dapat dimisalkan sebagai watak babi. Tak peduli anak dan istri "bergaul bebas". Tak ada rasa cemburu sama sekali. Ayam jantan akan berkelahi sampai mati "memperebutkan" dan "menjaga" ayam betinanya. Babi tidak. 

Dalam agama watak masa bodoh babi itu disamakan dengan apa yang disabdakan Nabi SAW sebagai "dayus" seperti hadits dari Ammar bin Yasir "Tiga golongan yang tidak memasuki surga yaitu dayus, wanita yang menyerupai laki-laki, dan peminum arak". Rosulullah menerangkan arti "dayus" yaitu "orang yang tidak peduli siapa yang masuk (bersama anak dan istrinya)"--HR Thabrani. 

Para pemimpin yang tak peduli agamanya dirusak, kedaulatan negaranya diinjak injak, harta rakyatnya dirampok, aset-aset bangsanya  dikuasai dan dikuras habis,  maka ia adalah "dayus"  atau babi yang planga plongo dan masa bodo. Begitu juga ia makan yang kotor kotor baik komisi atau rente. Keluar dan masuk got dan gorong-gorong. Berkubang di air kotor. 

Susahnya mereka itu selalu ingin naik terus padahal tak mampu untuk itu. Angan angan tinggi dan penuh kebohongan. Ketika ditegur tak mau mendengar. Pokoknya naik terus  sambil membawa anak, istri dan kerabatnya. Nepotisme. 

Karenanya sindiran bagus bagi siapapun yang terkena "sindroma babi". Ia naik ke atas pohon dengan menggendong anak babi dan diumpat dengan keras "Dasar babi, disuruh turun malah membawa anak".

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 26 Juli 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments