Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

NADIEM ANAK MUDA YANG GAGAL Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Ketika diangkat menjadi Mendikbud banyak pihak yang menggelengkan kepala karena aneh kok Jokowi begini cara memilih pembantunya. Keluar dari prinsip "the right man on the right job". Cara pandangnya terlalu pragmatik. Mendikbud diberikan kepada anak muda yang tidak memiliki reputasi di bidang pendidikan. Ojek online bidangnya. 

Demikian juga saat mengangkat Stafsus Presiden awalnya mungkin mau disebut hebat dengan memberi kepercayaan pada anak muda, akan tetapi lagi lagi sandarannya pragmatik. Prestasi dan kreasi diukur dengan ruang bisnis. Ruang guru pun dibisniskan. Akibatnya Belva Devara sang Stafsus mundur. Uang negara berantakan alias "ambrol-ambrolan". Begitu juga dengan Stafsus Andi Taufan CEO PT Amartha yang mundur juga akibat "main-main" fasilitas. 

Nadiem diangkat dengan melecehkan banyak Guru Besar, Ormas, serta para penggiat pendidikan. Dunia pendidikan dikelola dengan manajemen ojek. Angkut barang dan orang. Bukan orientasi pada "character building" masa depan yang panjang. Pilihan mitra pun menjadi salah. Pendekatan bisnis lagi. 

Mundurnya Muhammadiyah, NU, dan PGRI dari Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendilbud adalah bukti batas kualitas Nadiem. Dana 600 Milyar tidak teralokasi dengan baik. Disinyalir organisasi "abal-abal" dijadikan mitra. Nadiem memang tak mampu melihat dengan jernih dan strategis dalam menjalankan programnya. Ya akibat orientasi pendek itu. 

Pilihan mencurigakan juga terindikasi dengan hibah POP dana 20 Milyar kepada Yayasan milik pengusaha  besar Tanoto dan Sampoerna. DPR akhirnya turut mempertanyakan. Bagi kedua Yayasan tersebut nilai hibah itu tentu  kecil saja,  akan tetapi publik kecewa bagaimana bisa sekelas Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation diberi hibah oleh Nadiem. Uang rakyat lagi. 

Sebagaimana prediksi, Nadiem akan menjadi model dari Menteri yang gagal. Anak muda yang dikarbit di tempat yang salah. Desakan mundur bisa terdengar. Meskipun tentu Nadiem bukan satu satunya Menteri yang gagal. Hampir semua menteri gagal. Bukankah Presiden pernah marah-marah atas kinerja para Menterinya ?

Periode ini tim Presiden memang buruk. Isu resuffle mulai berhembus meski tak jelas realisasinya. Tapi siapapun yang menggantikan Menteri yang diresafel sepanjang manajemen pengelolaan negara tidak profesional, hanya berorienrasi bisnis, proyek yang dijadikan bancakan, serta hukum yang dimajn-mainkan, maka jangan harap ada perbaikan, apalagi perbaikan itu signifikan. Fasenya adalah "decreasing" (menurun) dan "decaying" (membusuk).

Nah kita teringat ucapan Marcus Tullius Cicero seorang orator, negarawan, filsuf, ahli politik dan hukum di Romawi "Ikan busuk itu mulai dari kepalanya".  Ia berpidato berapi api tentang korupsi yang merajalela, para pejabat yang merampas uang rakyat dan moralitas yang terpinggirkan. 

Ketika ditanya apa yang bisa dilakukan untuk memberantas korupsi. 
Dengan lantang tanpa rasa takut Cicero berkata : "potong kepalanya !".

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
 

Bandung, 27 Juli 2020


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments