Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

LAWAN NEO PKI DAN KOMUNISME Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Adu domba, fitnah, pemutarbalikkan fakta, dan memusuhi agama baik ajaran atau ulama adalah gaya PKI dan kader Komunis dalam menjalankan misi melalui apa yang disebut dengan agitasi dan propaganda. 

Kasus RUU HIP hingga BPIP dan pembakaran baliho Habib Rizieq Shihab adalah aktualisasi misi di saat kiwari. Hura-hura ala Gerwani ikut mewarnai berbagai aksi. Dulu Masyumi, HMI, dan ulama menjadi sasaran propaganda PKI sebagai batu loncatan penting untuk konsolidasi diri menuju "angkatan kelima". 

Kini "hantu-hantu" itu dibuat kembali oleh neo PKI dan kader kader Komunis. Isu radikalisme, kaum intoleran, khilafah, dan HRS adalah "musuh buatan" untuk konsolidasi kekuatan kaum kiri baru. Di tengah krisis ekonomi dan kesehatan, bangsa Indonesia dibuat gerah oleh  pertumbuhan gerakan komunisme yang lebih masif. Ada upaya untuk bangkit.

Presiden Jokowi yang diam saja bahkan cenderung menafikan kondisi yang menggelisahkan ini mengingatkan kita pada Soekarno yang "berapologi" tentang pentingnya keberadaan dan pertumbuhan PKI. Pidato "subur subur suburlah PKI" menjadi angin segar bagi PKI untuk kelak mencoba kudeta.
Peran dan posisi Soekarno yang hingga kini masih misterius dalam peristiwa G 30 S PKI tak boleh diulangi oleh Presiden Jokowi. 

Umat Islam dituntut peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan politik yang mungkin lebih  cepat dari yang  diperkirakan. Keberadaan neo PKI dan komunisme bukan kekuatan yang harus dipandang kecil, diremehkan, atau ditertawakan. Menjadi berbahaya di tengah rezim yang lemah tingkat kepedulian dan permisif pada pergerakannya.

Umat Islam nyatanya harus berjuang sendiri. Sementara insitusi kenegaraan bungkam bahkan terkesan protektif. Tak ada sinyal atau peringatan untuk mewaspadainya. Presiden Jokowi belum sekalipun berpidato yang menyinggjng soal neo PKI dan bahaya komunisme. Bahkan nyaman-nyaman saja bergaul dengan "mbah"nya komunis, negara Cina.

Walaupun dengan daya dukung politik yang kecil, umat Islam akan tetap menjadi garda terdepan dalam melawan bangkitnya neo PKI dan komunisme. Bersama dengan elemen masyarakat anti komunis lainnya dipastikan siap bergerak untuk melawan dan membasmi musuh agama, bangsa, dan negara.

Pemerintah seharusnya "alert" terhadap penyusup mahir neo PKI dan komunis. Para penyamar ideologi musang berbulu ayam. Pendusta kebenaran, kejujuran dan keadilan. 
Umat dan elemen anti komunis telah meniup pluit untuk berjalan di rel perlawanan.

Pemerintah harus bersama. Akan tetapi jika tidak, janganlah menghalangi di depan. Jika menghalangi juga maka kereta akan terus bergerak cepat. Menabrak dan menggilas siapapun penghalang. 

Untuk neo PKI dan komunisme tak ada toleransi dan negoisasi. Militansi adalah spirit nurani. Sebagaimana biasa ketika melawan penjajah berlaku prinsip "hidup atau mati". "Kill or to be killed".  Hidup mulia atau mati syahid. Umat tak pernah gentar atau mundur. Berjuang dan berkorban adalah ibadah. Mencari ridlo Ilahi.  

*) Pemerhati Politik dan Keagamaan
 

Bandung, 31 Juli 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments