Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

JANGAN MENJADI BANGSA KODOK Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Hewan sering jadi perumpamaan. Manusia yang sering beriringan dan bertegur sapa silaturahim dimisalkan komunitas semut. Mereka yang selalu menjaga masukan dan bagus keluaran itulah lebah. Anjing adalah tipe penista, diusir menjulurkan lidah, dipanggil juga menjulurkan lidah. Babi itu hewan yang tak pedulian dan jorok. Bebek "ikhlas" digiring giring. Macan ditakuti dan disegani. Macan Asia adalah gelar pertumbuhan ekonomi negara Asia yang dikagumi. 

Kodok hidup di dua alam. Berenang dengan menendang dan berjalan di darat melompat. Bersuara ramai tak berirama. Umumnya menjijikkan. Manusia dinilai aneh jika hobby memeliharanya. Dimakan oleh orang-orang aneh pula. Anak kodok hanya kepala dan ekor
Berubah bentuk saat dewasa. Cebong, sebutan anak kodok, hanya hidup di air. Mati di darat. Harus selalu "berbasah-basah". 

Bangsa Indonesia yang beragama dan berbudaya jangan menjadi bangsa kodok. Bangsa inkonsisten yang diombang ambing "alam". Mudah berubah tergantung pada koloni atau hegemoni. Selalu maju ke depan tak bisa mundur, aib rasanya untuk mundur. Ketika maju di tempat basah perlu menendang sana sini. Di tempat kering melompat lompat cari makan dan keamanan. 

Bangsa kodok adalah bangsa yang nyaman dibodohi dan dininabobokan. Dibunuh pelan-pelan dengan "kehangatan". Dimakan ideologi asing tanpa terasa secara halus dan sistematis. Adapun yang mahir membunuh tanpa belas kasihan adalah Komunis.

Dalam artikel "A Nation of Frogs" William A. Borst, Ph.D. menulis dengan pas tentang komunis yang "memasak" bangsa kodok. 

"The fact is Communism is still very much alive  and thriving in this country. It has taken on a more subtle, destructive guise. The situation is analogous to the frog that is put into a pot of tepid water. If the cook were to quickly increase the temperature of the water, the frog would quickly jump out to safety. But the smart cook increases the temperature, only gradually, so that the poor frog does not realize it is being slowly but surely boiled to death.

Nah begitulah Komunis membuat nyaman dan secara pelan-pelan dan bertahap membunuh bangsa kodok

Indonesia harus waspada pada negara Komunis RRC yang mampu menghangatkan secara gradual hingga panas yang mematikan. Investasi dan debt trap adalah jalan "the poor frog doesn't realize it is being slowly but surely boiled to death". 

Sekali lagi penyelenggara negara jangan berupaya menciptakan kondisi rakyat menjadi bangsa kodok. Sadarlah bahwa itu sama saja dengan menjerumuskan rakyat dan bangsa Indonesia ke dalam panci besar "perebusan" kematian. 

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan.
 

Bandung, 5 September 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments