Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MAKIN BELEPOTAN MENTERI ROZI Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Ketika isu reshuffle mengemuka Menteri Agama termasuk yang dinilai pantas diganti. Barangkali dalam rangka meningkatkan kepercayaan dari Presiden, maka pak Menteri bermanuver. Isu radikalisme yang jadi modal dan andalannya di "up date" dengan program deradikalisasi melalui sertifikasi da'i. 

Sertifikasi da'i sama saja  dengan pengawasan atau pengendalian da'i. Paradigmanya mencurigai dan memata-matai. Cara pandang buruk Pemerintah melalui Menteri Agama. Bila semakin tak terkendali, Pemerintahan setahap demi setahap akan bergeser menjadi model dari rezim otoriter komunis. 

Sebelumnya Menag juga setuju dengan persekusi seorang ustadz yang disinyalir HTI oleh kelompok Banser di Pasuruan. Aneh jika atas nama tabayun maka persekusi, bahkan penistaan, ustadz dibenarkan dan didukung oleh Menag. Khilafah dan terma Islam lain seperti jihad dimasalahkan. Umat Islam memandang bahwa program deradikalisasi telah berubah menjadi deislamisasi. 

Deradikalisasi atau deislamisasi seperti ini adalah perbuatan yang bertentangan dengan Pancasila. Pancasila dirumuskan ketat atas prestasi dan pengorbanan umat Islam. Kini umat seolah menjadi tertuduh atau pesakitan di negeri Pancasila.

Tuduhan anti Pancasila yang selalu ditujukan kepada umat atau rakyat sesungguhnya adalah bias politik sebab fakta yang terjadi justru para penentang Pancasila itu berada di lingkaran Pemerintah sendiri.

Kementrian Agama yang didirikan dengan semangat perjuangan umat Islam, oleh pak Menteri kini digunakan untuk mengacak-acak syari'at agama. Sertifikasi da'i sangat menyakitkan bahkan menyesatkan. Menteri Agama hanya satu fikiran dalam benaknya bahwa umat Islam itu berbahaya, radikal, dan intoleran. Bagaimana seorang Menteri Agama yang seorang muslim dapat menempatkan umat Islam sedemikian negatifnya ?

Pernyataan bahwa radikalis diawali dengan performa "good looking" adalah ungkapan bodoh, mengada-ada dan hanya mencari dalih. Menteri Agama tidak berfikir positif  dari yang ia sebut "good looking". Menteri seperti menempatkan diri sebagai agen dari kepentingan yang berniat untuk mengacak-acak stabilitas umat.

Menteri Agama muslim selayaknya menjadi pembela terdepan dari agama Islam  serta pelindung utama kepentingan umat Islam. Bukan sebaliknya yang selalu membuat resah umat Islam dan menggerogoti nilai-nilai agama Islam. Menjadi "vampire agama" yang tak berguna bahkan berbahaya.

*) Pemerhati Keagamaan
 

Bandung, 8 September 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi