Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

WAH ADA NGABALINIYAH Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Senyum awalnya dan tertawa ujungnya melihat sandingan foto yang mungkin editan antara Fahri Hamzah dengan Ali Mochtar Ngabalin. Keduanya bersorban dan berkacamata. Pengedit mendekatkan penyerupaan. Foto sandingan lain adalah antara Sandiaga Uno dengan Mochtar Ngabalin juga. Titik temunya pada sorban.

Pesan atas beredarnya foto sandingan model demikian adalah sindiran bahwa Fahri dan Sandi telah atau sedang menuju pada karakter yang sama seperti Mochtar Ngabalin. Pengkritisi yang masuk istana.  Dalam konteks kepengikutan kondisi ini bisa disebut Ngabaliniyah. 

Publik menyayangkan ada perubahan karakter pada  kedua figur yang diharapkan memiliki integritas dan konsistensi tinggi dalam bersikap terhadap kekuasaan. Fahri Hamzah yang hebat seperti bertekuk lutut membawa partai baru Gelora mendukung putra dan mantu Jokowi Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution. 

Sementara lompatan lain adalah Sandiaga Uno mantan Cawapres yang membuat kejutan dengan menjadi Tim Sukses Bobby Nasution sang menantu Presiden. Alasan tentu bisa dijelaskan dengan berbusa-busa. Peristiwa ini mengingatkan Prabowo yang lebih dahulu melompat ke dalam pelukan Jokowi untuk menjadi pembantu Presiden bidang Pertahanan. 

Mochtar Ngabalin adalah perintis dan peletak dasar lompat-lompatan yang dinarasikan sebagai dinamika politik. Berpolitik seperti ini sebenarnya sah-sah saja. Meski publik melihat sikap Ngabalin terlalu berlebihan, paradoksal dan kontroversial.  Totalitas dari loyalitasnya menempatkan dirinya sebagai maskot.

Fahri mulai mencak-mencak kepada pengkritisi yang menyebut bahwa model seperti itu adalah support kepada politik dinasti. Sandi lebih kalem dalam menanggapi. Ada juga yang berdecak kagum pada Jokowi yang mampu mempengaruhi. Entah apa yang menjadi dasar kendali dan  pengaruhnya. 

Tidak perlu gelisah terhadap tuduhan sebagai pendukung politik dinasti. Nanti seperti orang bodoh yang berdalih bahwa politik dinasti itu dengan penunjukan sedangkan kita berdasarkan Pemilu. Saat ini bahaya politik dinasti atau nepotisme sedang mengancam negeri. Para pejabat publik sedang berlomba untuk meneruskan kekuasaannya pada adik, menantu, anak, dan istri baik di pusat maupun daerah. 

Di tengah politik yang transaksional dan kapitalistik maka pengaruh jabatan dan kekayaan sangat menentukan. Cukong pun dapat digerakkan. Prinsip "primus inter pares" seolah tak berlaku. Kekuasaan menjadi kendaraan untuk adik, menantu, anak dan istri melanjutkan. Tak terkecuali besan dan paman. 

Negara di bawah rezim Jokowi tidak malu malu mempraktekan nepotisme dan politik dinasti. Fahri dan Sandi sebenarnya tahu akan hal ini. Tetapi kepentingan berbicara lain lagi. 

Moga segera dapat kembali ke jalan yang benar. Jangan kecewakan hati dan harapan rakyat. Ngabalin biarlah berimprovisasi sendiri. Fahri dan Sandi tidak usah mengikuti.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
 

Bandung, 21 September 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi