Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

ABU JANDA LAGI Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Lama Abu Janda tak muncul dimedia. Tokoh  "super" pegiat medsos ini hilang di tengah iklim politik panas yang semestinya bisa jadi ladang ocehannya. Ada Omnibus Law yang didemo intens. Ada petinggi KAMI yang ditangkap. Nah kini pada saat ada kasus penghinaan Nabi di Perancis Abu Janda muncul lagi.

Sambil demonstratif makan di restauran makanan Perancis Permadi berpetuah  agar umat Islam memaafkan penghina Nabi. Membela Macron atau sang guru penghina yang dipenggal ? Tentu Macron, sebab yang terakhir sudah mati. Urusannya hanya dengan Allah saja di alam yang dipastikan mengejutkan dirinya. 

Ada dua kesalahan ocehan sang asbun pro pembela penghina Nabi ini. Pertama bahwa Presiden Perancis Emmanuel Macron tidak meminta maaf kepada umat Islam, lalu apa yang dimaafkan ? Kedua, penghinaan bukan dilakukan kepada diri Nabi pribadi yang sudah tiada, tetapi kepada ajaran Nabi, kepada agama Islam. 

Umat Islam tentu tersakiti Nabinya dihina dan agama-Nya dinistakan. Dalam sejarah hal ini bisa berujung pada hukuman mati atau perang. Abu Janda seperti yang tidak merasa sakit bahkan dengan akting sinis ngoceh agar umat Islam memaafkan. Umat Islam model apakah Abu Janda ? 

Umat Islam sudah lama tidak jengkel atas ulah Abu Janda. Selama ini hilang tidak muncul. Su'udhonnya Abu Janda kena corona atau dimakan buaya. Eh, tiba-tiba muncul berada di blok Perancis sang penghina Nabi. Ia sangat bahagia bisa memukul lebih sakit perasaan umat Islam. 

Arya seperti bela Macron. Momen untuk mengejek umat Islam yang dianggap tidak menghormati kebebasan pendapat. Perancis adalah  perintis "Liberte, Egalite, Fraternite". Abu Janda menantang umat Islam dengan berada di ruang Perancis, layaknya  bersaudara dengan Macron sesama faham bebas moral. 

Abu Janda  tidak khawatir ngoceh apapun karena mungkin menganggap ada pelindung.  Mumpung negeri sedang berpihak pada penyembah berhala yang tidak suka pada nafas tauhid. Bendera merah tengkorak lebih ditoleransi daripada bendera tauhid. 

Negeri yang lebih nyaman bagi fikiran, sikap, ideologi, maupun kultur kaumnya Abu Janda ketimbang para pembela agama. 
Negeri para tikus. 

Les rats dangeroux pour l'homme.

Muncul abu Janda bagaikan "whack a mole game". Jika si tikus nongol maka palu pemukul siap memukulnya. 

"Whack a mole game" adalah permainan mendera tikus tanah. Muncul si tikus dan memukulnya membuat tambahan nilai.
Pahala dalam bahasa agamanya.

 *) Pemerhati Politik dan Tikus. 
 

Bandung, 29 Oktober 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments