Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

RESHUFFLE BIKIN KENING MENGKERUT Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Sudah lama soal reshuffle diributkan. Ditunggu ada suntikan baru yang mampu menyelamatkan Kabinet Jokowi yang dipandang sudah "babak belur". Sulit menyebut Menteri yang berprestasi dan mendapat pujian publik. Reshuffle diharapkan dapat mencerahkan.

Telah diumumkan penggantian Menteri. Entah kebetulan atau tidak saat publik menyoroti kasus pembunuhan enam laskar oleh aparat, ternyata enam Menteri juga yang diganti. Seperti di Km 50, dua Menteri telah "tewas" lebih dulu untuk beristirahat dengan tenang di ruang tahanan. Pengganti Menteri Kelautan dan Perikanan adalah Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menhan dan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Walikota Surabaya. 

Mengerutkan kening untuk tiga hal, yaitu :

Pertama, Risma adalah figur yang selama menjadi Walikota Surabaya dikenal berperilaku kontroversial baik karena pemarahnya maupun senang "berakting" pencitraan. Belum jelas kecocokan kapasitas sebagai Mensos selain bahwa ia menggantikan rekan separtainya Juliari Batubara dari PDIP.

Kedua, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mengagetkan bukan karena keahlian yang diperkirakan tidak cocok, akan tetapi karena status sebelumnya sebagai cawapres saat bertarung dengan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Lengkap sudah "kekalahan" pendukung PS-Uno. Pesaing hebat yang dibela hingga menewaskan 9 orang pendukung setia itu kini kedua-duanya menjadi Menteri Jokowi Ma'ruf. 

Ketiga, Menteri Agama yang ternyata Ketua Pemuda Anshor Yaqut Kholil Qoumas juga dikenal tokoh kontroversial. Agama yang mestinya jadi penyejuk nampaknya akan dibawa untuk melanjutkan "panas" dan "gaduh" nya seperti Menag terdahulu. Sulit percaya bahwa  Menteri Agama kini dapat menjadi tokoh tengah agregator pemahaman keagamaan yang beragam. Kematangan yang diragukan. 

Menteri Kesehatan pengganti Terawan yaitu Budi Gunadi Sadikin ternyata bukan dokter. Ini merupakan pengurangan penghargaan dan kepercayaan kepada profesi dokter yang  layak untuk memimpin kementrian yang mengurus kesehatan. 

Agar kening tidak berkerut, sebaiknya publik khususnya para  aktivis untuk tidak terpengaruh pada kebijakan reshuffle yang tak mencerahkan itu, tetap fokus pada persoalan pemberantasan korupsi, keadilan  hukum yang belum tegak, serta pelanggaran HAM yang semakin menjadi-jadi.

Reshuffle Kabinet itu pada kenyataannya lebih berorientasi pada permainan di lingkungan pemerintahan sendiri ketimbang  berbuat untuk kepentingan rakyat banyak. 

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
 

Bandung, 22 Desember 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments

Donasi