Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Muhasabah Strategi di Masa Sulit Nasional


 

Kinerja diri dan institusi di tahun 2020 yang anomali ini perlu dikaji secara komprehensif khususnya di Indonesia yang kita cintai. Pandemi menekan di semua lini baik aktifitas ibadah maupun ekonomi. Memang ada pihak yang mendapat peluang. Bahkan ada pula yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Untuk itu, strategi kedepan perlu dipikir cermat demi keselamatan ummat untuk kepentingan dunia dan akhirat.  Dua tema strategi di masa sulit adalah  1) membangun ketahanan dan 2) siaga penuh menangkal ancaman. Keduanya butuh konsistensi dan keseriusan dalam menjalani. 

Bagi orang awan, masa sulit menghadapi pandemi seperti melawan musuh yang tak terdeteksi.  Musuh ada di mana-mana tapi sulit dicari, serba tidak pasti. Maka perlu strategi menahan diri, dengan membangun komunitas kecil yang kuat dan bersih baik dari pandemik maupun munafik. Ini pernah terjadi akibat perjanjian Hudaibiyyah. Ummat Islam di Makkah yang tidak boleh diterima di Madinah, maka dengan kreatif mereka hidup sederhana tapi islami dalam komunitas-komunitas kecil tinggal di sekitar Makkah dan Madinah. Mereka bersatu padu bersama Rasulullah SAW menguatkan perjuangan ketika Futuh Makkah. Memang itu seolah tak terduga, tapi itu semua bagian skenario Allah Yang-Mahakuasa yang mengubah kondisi sulit menjadi solid. Tak ada pertolongan selain dari sisi-Nya, sungguh Dia Yang Maha-Perkasa dan Maha-Bijaksana (Qs 08:10).  

Masa sulit itu bisa jadi seperti gempa dahsyat yang merobohkan bangunan berpondasi lemah. Maka persiapkan bangunan ummat dengan kebenaran aqidah dan kekuatan ukhuwah yang tak akan roboh oleh guncangan serta tidak resah oleh kesulitan akibat wabah. Kalaupun sulit mempertahankan aqidah ummat bak menggenggam bara api tapi itulah perjuangan menjaga keselamatan akhirat. Tak akan terbangun aqidah dan ukhuwah tanpa adanya strategi dakwah dan kasih sayang antar sesama. Maka menggiatkan dakwah, ta’awun (saling tolong) dalam al-birr (kebaikan umum) dan taqwa adalah salah strategi menegakkan aqidah dan ukhuwah (Qs 05:02).

Masa masa sulit itu seperti paceklik panjang, maka nabi Yusuf sebagai bagian dari pemegang kekuasaan mengajarkan untuk memberdayakan potensi asset dan berhemat (Qs 12:47-48). Di masa sulit asset yang ada dihemat untuk sekedar mencukupi hidup sehari-hari dan sebagian dicadangkan untuk persediaan untuk antisipasi di masa nanti yang mungkin lebih mencekam. Itulah pelajaran besar bagi penguasa di kondisi saat ini. Asset itu mungkin adalah bahan pangan atau energi, bahkan berupa kepercayaan rakyat, maka jangan diobral untuk kepentingan diri dan kelompok karena semua itu hanyalah amanah yang dipertanggungjawabkan.   

Masa sulit itu mungkin seperti badai di tengah lautan, seperti sejarah nabi Yunus. Berlayar di tengah badai maka nakhoda perlu mengevaluasi beban kapal. Apa dan siapa yang menjadi beban harus dikeluarkan dari kapal walau harus tenggelam. Nabi Yunus as. ternyata adalah pemimpin yang terundi untuk dikeluarkan dari kapal, yang akhirnya diselamatkan dalam perut ikan. Nabi Yunus memang punya kesalahan karena kurang sabar dalam menegakkan kebenaran sehingga perut ikan menjadi madarasah tauhid yang lebih mendalam (Qs 21:87). Namun, Allah berkehendak mengembalikan nabi  Yunus a.s. kepada ummatnya, hidup dalam kesejahteraan. Ini adalah pembelajaran bagi semua pihak, yakni mengeluarkan beban di masa sulit. Beban itu mungkin berupa perbuatan buruk yang dipertahankan, kebiasaan hutang yang berlebihan, putus asa yang menggerus optimisme keberhasilan,  dan ketidaksabaran dan arogansi kekuasaan. Hukum sunatullah adalah kebatilan akan sirna dan kebenaran akan menang, maka beristiqomahlah memematuhi hukum-hukum-Nya (Qs 48:23).

Masa sulit itu juga seperti adanya serangan musuh yang tiba-tiba, maka kewaspadaan dan persatuan adalah strategi untuk menghadapinya. Kewaspadaan akan mudah terbangun bila ummat mengenali karakter kawan dan lawan. Menebar salam dan menghidupkan aktifitas sholat berjamaah terutama isya dan subuh, yang aman terkendali dalam pandemi, adalah sarana untuk saling mengenali dan menguatkan diri (Qs 48:29). Selain itu strategi syukur nikmat al-Qur’an dengan menghidupkan jama’ah tahfiz dan ta’lim Al-Qur’an niscaya Allah akan mentautkan ikatan hati sesama ummat (Qs 03:103). Menghidupkan sholat berjama’ah,  alqur’an dan menebar salam adalah strategi kewaspadaan dan persatuan ummat sehingga terhindar dari perpecahan akibat perbedaan-perbedaan kecil yang tidak dipahami.

Semoga Allah memberi kesadaran kepada semua bangsa Indonesia, menegakkan kebenaran di bumi pertiwi dan menguatkan hati ummat Islam untuk istiqomah dalam ibadah sehingga Allah menurunkan barokah dan kejayaan di negeri tercinta ini. Aamiin.


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi