Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Para ulama dipanggil Rabbul Alamin, terus bagaimana? Oase Iman


 

Rasanya banyak ulama dipanggil Allah azza wa jalla dalam waktu yang hampir bersamaan akhir akhir ini. Kita tentu kaget, sedih lalu bertanya tanya, dan sangat merasa prihatin.

Kaget dan sedih karena tiba tiba ulama yang menjadi rujukan telah berkurang dan terus berkurang. Sehingga membuat kita gamang kehilangan pemersatu dan pancaran ilmu.

Benar memang bahwa hilangnya ilmu itu bukan karena dihapusnya ilmu pengetahuan dari pemahaman orang alim. Bukan pula karena ilmu yang ada dibuku itu tiba tiba lenyap. Tetapi hilangnya ilmu adalah karena meninggalnya para ulama yg selama ini menyinari ummat.

Abu Huraerah Ra berkata: Rasulullah Saw bersabda: akan muncul banyak fitnah, dan juga harj. Kami tanya: Apa harj itu? Beliau bersabda: harj itu pembunuhan dan tertahannya ilmu.

Umar Ra, setelah mendengar apa yg dituturkan oleh Abu Huraerah, berkata: bukanlah tertahannya ilmu itu karena dicabutnya dari dada, tetapi dengan lenyapnya para ulama. Diriwayatkan oleh Syuaib al-Arnauth.

Padahal kita sadar betul bahwa untuk menyemai calon ulama perlu waktu panjang. Misalkan kita sdh menyekolahkan anak dengan pendidikan agama yang intensif, ini perlu waktu setidaknya 6 tahun di tingkat lanjutan. Saat itu ia baru menguasai bahasa Arab, dan dasar² ilmu Al-Qur'an dan hadis, selanjutnya menjadi bekal untuk menjadi orang yang mutafaqqih fid din.

Saya teringat isi salah satu wejangan Pak Zar (KH Imam Zarkasyi pendiri PMDG) di kelas akhir, kelas 6 dulu sekitar 47 tahun yang lalu. Beliau berkata bahwa beliau sulit meninggalkan pondok untuk memberi pengajian atau tabligh di tempat lain. Karena perhatian beliau lebih tertuju untuk mendidik para santri dan murid beliau di dalam pondok.

Sehingga kalau ada panitia pengajian di suatu daerah yg datang untuk memohon beliau agar bersedia mengisi kajian semacam tabligh akbar, beliau tidak berkenan. Beliau berkata: Sebaiknya pilihlah kader di daerah anda, kirim ke pondok sini, kami didik. Setelah 6 tahun akan menjadi mundzirul qoum di daerah anda.

Demikian trik Pak Zar untuk memperbanyak kader ulama.

Jelas bagi kita tidak cukup hanya mengeluh. Menunggu nunggu datangnya ulama dari langit? Tidak mungkin.

Karena itu, marilah kita didik diri sendiri dengan mempelajari Islam lebih intensif.

Sejalan dengan itu kita tanamkan agar anak anak kita dan keturunan kita jangan hanya puas mengerti agama sebatas kulitnya saja.

Kalau tidak dari kita dan keluarga kita, siapa lagi yg akan menekuni dan berjuang untuk menegakkan Islam. Berjuang untuk menegakkan Islam harus dengan ilmu dan paham ajaran agama Islam.

Bila tidak hendak melaksanakan seperti itu, patut bertanya kepada diri sendiri: apakah kita menyesal menjadi aktifis masjid selama ini?

Mungkin ada yg berpendapat bahwa yang perlu belajar ilmu agama Islam itu hanya sebagian orang saja, dengan alasan bahwa Allah berfirman:

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Ali Imran 104.

Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya. At-Taubah 122.

Perlu dimengerti bahwa sebenarnya ayat tersebut tidak menyuruh sebagian orang saja yg mempelajari ilmu agama. Tetapi ayat tsb menyuruh supaya ada yang spesialisasi yang menekuni lebih dalam tentang ilmu agama.

Bukankah Allah azza wa jalla memerintahkan manusia untuk beribadah kepadaNya? Beribadah harus dengan ilmu. Sedang seluruh kehidupan adalah ibadah dan kita diwajibkan untuk menerapkan ajaran Islam di semua lini kehidupan.

Allah berfirman:

Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. Al-Baqarah 21.

Karena itu, semua orang harus belajar dan menguasai, sampai dengan tingkatan tertentu, tentang ajaran Islam.

Saya teringat dorongan dan ajakan sastrawan kita, bpk Ajip Rosjidi. Beliau pernah usulkan kepada para aktivis da'wah di Bandung yg seangkatan dengannya, agar mengirimkan putra putri sendiri ke pondok pesantren untuk belajar ilmu agama secara menyeluruh dan terintegrasi. Ketika itu kawan kawan beliau merasa cukup mendidik putra putri mereka di sekolah negeri dengan harapan bisa memberi pendidikan agama secara terstruktur di dalam keluarga.

Pak Ajip kecewa. Namun beliau konsisten dengan ditemani Mang Endang (Endang Saifuddin Anshari MA) mencari pondok yg sesuai untuk putra kandung Pak Ajip. Tahun awal dekade 1970an, keduanya berkunjung ke Gontor dan pondok pondok lain untuk mencari lembaga pendidikan pondok pesantren yang bisa memenuhi harapan. Beliau pun mendidik putra putrinya di pesantren, a/l di Gontor dan Pabelan. Diantaranya ada yg menjadi Bu Nyai di Pondok Pabelan, Magelang.

Lihat buku autobigrafi Pak Ajip Hidup tanpa Ijazah.

Bersyukurlah siapapun yg dengan taat asas berani mendidik putra putrinya, serta cucunya untuk  menekuni Ilmu agama, Aqidah, alQur'an, Hadis, Tafsir dan Fiqh dan juga bahasa Arab.

Mulailah dari diri sendiri. Ibda' binafsik. Saya bersyukur sudah meneruskan tradisi ini.

 

Fatchul Umam, 27 Jan 2021.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Drs. H. Fatchul Umam, MBA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments