Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Bok Diobok-Obok, GAR ITB Versus Din Syamsuddin Nasional


 

Oleh: Abu Muas T (Pemerhati Masalah Sosial)

Rupanya masih bergulir soal dongeng radikal-radikul yang seolah-olah menjadi suatu isu yang harus terus digulirkan di negeri ini. Seperti yang terjadi pekan-pekan terakhir ini soal radikalis yang dilaporkan Gerakan Anti Radikalisme (GAR) yang merupakan sekumpulan alumni yang mengatasnamakan alumni Institut Teknoligi Bandung (ITB).

Sekumpulan alumni ITB yang bergabung dalam GAR ini melaporkan Din Syamsuddin ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait dugaan radikalisme. Tak urung pula akhirnya pelaporan ini membuat kegaduhan baru di tengah-tengah negeri ini masih "limbung" menghadapi pandemi covid-19 yang belum dapat diprediksi kapan berakhirnya.

Kegaduhan yang cukup membuat suasana tensi gaduhnya lebih meningkat disebabkan karena dua faktor, yakni dari sisi pelapor dan yang dilaporkan. Dari sisi pelapor, tentu orang awam bertanya-tanya, ko sekelas alumni ITB sekarang ikut nimbrung soal isu radikalisme yang definisinya pun masih multitafsir. Akibatnya, melaporkan Din pun patut diduga tidak tepat sasaran dampaknya dapat kita rasakan bersama menimbulkan kegaduhan baru.

Jika mau mencermati suasana kegaduhan kali ini, penulis teringat lirik lagu "Air" yang cukup populer pada tahun 90-an yang dipopulerkan Joshua. Yang lirik lagunya di antaranya:

Diobok-obok airnya diobok-obok
Ada ikannya kecil-kecil pada mabok
Disemprot-semprot airnya disemprot-semprot
Kena mukaku aku jadi mandi lagi,
Dingin-dingin dimandiin nanti masuk angin.

Munculnya pelaporan Din bak sedang mengobok-obok air, patut diduga di balik soal obok-mengobok air ini ada dalangnya yang tanpa disadari oleh GAR ITB sendiri bahwa dirinya hanya sebagai alat untuk mengobok-obok. Disemprot-semprot airnya pada gilirannya mengenai muka sendiri, akhirnya sorotan nitizen pun fokus pada si pelapor yang menyesalkan sekumpulan alumni sekelas institut yang sudah tersohor ko mengurusi hal yang ecek-ecek.

Marilah kini kita sama-sama berupaya menciptakan suasana yang kondusif di tengah-tengah kita masih berjuang menghadapi penularan covid-19, yang tren penularannnya masih belum menurun. Semoga GAR ITB mau menurunkan tensi kegaduhan dengan mencabut pelaporan dan permohonan maaf kepada Din yang merupakan langkah yang bijak dan elok yang perlu dipertimbangkan.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments

Donasi