Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Bahaya Pintu-Pintu Jebakan Syiah - Bagian Kedua Beranda ANNAS


 

Disarikan oleh Abu Muas T. dari buku "Bahaya Syiah Terhadap Akidah dan NKRI" yang tidak lama lagi akan diterbitkan oleh penerbit Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS)
 

Tulisan kali ini melanjutkan tulisan pada bagian sebelumnya tentang bahaya pintu-pintu jebakan syiah, salah satu di antaranya soal Cinta kepada Rasulullah SAW dan Ahlul Bait.

Disadari atau tidak, propaganda syiah tentang Cinta kepada Rasulullah SAW dan Keluarganya (Ahlul Bait) merupakan pintu utama yang dipergunakan syiah untuk menarik orang-orang yang akan mereka sesatkan

Slogan ini sangat efektif, bukan saja untuk menunjukkan kepada Ummat Islam yang awam bahwa mereka itu ‘muslim’, tapi bahkan ‘muslim’ yang sangat mencintai Rasulullah SAW dan Keluarganya. Slogan ini sangat universal sifatnya dan langsung menyentuh jantung keimanan seorang mukmin. Karena setiap mukmin tentu menyadari dan meyakini bahwa standar keimanan yang paling mendasar yang harus dibuktikan pada setiap detik kehidupan, bahwasanya cinta kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya harus mengalahkan cinta kepada dunia dan segala isinya (QS. Al Baqarah, 2:165; At Taubah, 9:24).

Muncul pertanyaan yang sangat mendasar: “Benarkah syiah mencintai Rasulullah SAW”. Dalam bahasan tentang kesesatan ajaran syiah, sudah dijelaskan berdasarkan rujukan-rujukan dari sumber syiah sendiri, bahwasanya jangankan mencintai, justru prinsip-prinsip ajaran mereka sangat menghina Allah SWT. dan Rasul-Nya. 

Untuk tujuan memuluskan niat menjebak ummat Islam yang awam, di Indonesia mereka tidak menamakan organisasi mereka dengan “Ikatan Jama’ah syiah Indonesia” misalnya, tapi dengan nama Ikatan Jama’ah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) dan atau Ahlul Bait Indonesia (ABI) agar bisa melahirkan kesan seakan-akan mereka adalah pecinta Keluarga Nabi (Ahlul Bait). 

Padahal, jika merujuk kepada kitab standar syiah, justru merekalah yang gemar menghina dan mencaci-maki Keluarga Nabi. Penghinaan syiah terhadap Keluarga Nabi diawali dengan membatasi Ahlul Bait hanya kepada Ali, Fatimah, Hasan, Husain, dan keturunannya. 

Selain dari itu, syiah juga menyebarkan fitnah dengan menyandarkan kedustaannya kepada Rasulullah SAW dengan menyatakan, bahwasanya beliau bersabda: 
“Barangsiapa melakukan nikah mut’ah satu kali, maka derajatnya sama dengan Husain. Barangsiapa melakukannya dua kali maka derajatnya sama dengan Hasan. Barangsiapa melakukannya tiga kali, maka derajatnya sama dengan Ali bin Abi Thalib, dan barangsiapa yang melakukannya empat kali, maka derajatnya sama dengan Rasulullah SAW. 

Sungguh ini merupakan fitnah besar sekaligus penghinaan yang luar biasa terhadap Ahlul Bait, terutama kepada Rasulullah SAW. Akal sehat siapa yang dapat menerima, bahwa seseorang bisa mencapai derajat yang sama dengan Husain, Hasan, dan Ali bin Abi Thalib Ra, bahkan derajat Rasulullah SAW yang ma’shum, justru dengan melakukan perbuatan hina dan keji yang diharamkan Allah SWT.
Fatimah Putri Rasulullah SAW yang sangat beliau cintai juga tidak luput dari penghinaan. 

Al-Kulaini melakukan fitnahnya kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengungkapkan riwayat dari Abu Abdillah bahwasanya Fatimah pernah berkata kepada Rasulullah SAW: 
“Engkau nikahkan aku dengan mahar yang sangat murah?” Rasulullah SAW bersabda: “Bukan aku yang menikahkan engkau, tapi Allah yang menikahkan engkau dari atas langit . 
Al Majlisi meriwayatkan dari Muhammad al Baqir, bahwasanya Fatimah dalam kesedihannya mengadu kepada Rasulullah SAW, bahwa suaminya Ali Ra selalu membagi-bagikan harta kepada fakir miskin. Menanggapi pengaduan itu Rasulullah SAW menyatakan: 
“Apakah kamu ingin kemarahan saudaraku dan anak pamanku? Ketahuilah, bahwa kemarahannya adalah kemarahanku, dan kemarahanku adalah kemarahan Allah SWT.”. Mendengar itu Fatimah berkata: “Saya berlindung dari kemarahan Allah dan Rasul-Nya.
 
Lihatlah, bagaimana syiah telah merendahkan dan menghina Fatimah yang dikesankan seolah-olah beliau tidak ridlo atas pernikahannya dengan Ali Ra karena kefakiran dan sedikitnya mahar yang diberikan Ali Ra kepadanya. Fatimah juga sangat tidak suka dengan sikap Ali Ra yang selalu bersedekah kepada fakir miskin.
Sungguh ini penghinaan terhadap Putri Rasulullah SAW. yang dikenal sejarah sangat zuhud, jauh dari sifat “hubbud dunia” (cinta dunia) yang selalu diingatkan  Rasulullah SAW agar tidak menjadi kecenderungan ummatnya.

Inilah wajah syiah yang sesungguhnya, yang acapkali tampil dengan dua wajah. Di satu sisi mereka memproklamirkan cinta Rasul dan Ahlul Bait demi untuk menjebak dan menyesatkan Ummat Islam yang awam, di sisi lain mereka tidak pernah berhenti dari menghujat dan menghina Rasulullah SAW dan Keluarganya dengan hujatan dan hinaan yang hanya mungkin dilakukan oleh musuh-musuh Islam.

Jebakan-jebakan syiah lainnya akan diuraikan pada bagian berikutnya.

Tulisan ini dicuplik dari buku berjudul, "Bahaya Syiah Terhadap Akidah dan NKRI" yang tidak lama lagi akan diterbitkan oleh penerbit Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS).

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments

Donasi