Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Mudik No, Wisata Yes, Pulang Kampung ? Nasional


 

Oleh: Abu Muas T. (Pemerhati Masalah Sosial)

Dua pekan jelang Ramadhan atau enam pekan menuju Lebaran, telah muncul kembali polemik soal pelarangan mudik seperti polemik yang sama terjadi setahun yang lalu.

Ada sedikit perbedaan nuansa pelarangan mudik tahun lalu dengan tahun ini. Jika tahun lalu, nuansa pelarangan mudik sangat kontrakdiktif. Saat itu, di satu sisi mudik dilarang, tapi di sisi lain terus berdatangan tenaga kerja asing dari China bergelombang masuk ke negeri ini.

Sedangkan tahun ini, pelarangan mudik sangat kontradiktif dengan penggalakkan wisata yang notabene mengundang wisatawan untuk berdatangan. Maka layak jika judul tulisan kali ini, penulis memberi judul: Mudik No, Wisata Yes, Pulang Kampung diimbuhi tanda tanya (?).

Kenapa Pulang Kampung mesti diimbuhi tanda tanya (?), jawabnya karena tak menutup kemungkinan seperti kejadian tahun lalu jelang lebaran muncul istilah baru bahwa mudik tidak sama dengan pulang kampung. Artinya, mudik dilarang pulang kampung diperbolehkan, lucu dan menggelikan.

Patut diindikasikan tak jauh berbeda keputusan tahun ini seperti tahun lalu, mudik dilarang - pulang kampung boleh? Karena dari awal penanganan wabah covid tidak fokus pada medis tapi juga ekonomi, sehingga mudik dilarang - wisata tetap digalakkan untuk membangkitkan ekonomi.

Jika masih tetap ganda fokus penanganan antara medis dan ekonomi, apakah tidak sama dengan membiarkan jumlah korban kematian karena covid teruslah bertambah yang penting ekonomi nasional tidak ikut jadi korban?

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi