Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Waspada, Jeratan Syiah Artikel Syiah


 

M. Zubaidi, Lc. MA.

Bagi orang awam yang belum mengenal ajaran syiah, maka tak menutup kemungkinan akan dapat terperangkap dalam jeratan-jeratan syiah. Paling tidak, ada dua jeratan syiah yang perlu diwaspadai.

Pertama, mereka menampilkan kesupelan dalam pergaulan. Hal ini penulis alami saat pertama kali penulis berinteraksi dengan orang-orang syiah Iran ketika penulis menempuh pendidikan bahasa Jerman di Goethe Institut Göttingen (GIG) Jerman pada tahun 1983. Di GIG Jerman inilah ada beberapa mahasiswi Iran yang kebetulan memiliki keluarga yang sudah lama berdomisili di kota tersebut. Mereka adalah orang-orang Syiah pengikut Syah Iran yang anti Khomaeni. 

Berkat informasi dari beberapa mahasiswi, saya pun mulai dikenal oleh komunitas Iran Göttingen yang jumlah mereka lumayan banyak. 

Nampaknya mereka di sana tidak punya imam dan tidak mengakui imam Syiah pengikut Khomaeni. Karena itu mereka mengundang saya untuk menjadi juru nikah di kalangan mereka. Bahkan ada satu pernikahan mereka di Berlin, yang jaraknya 350 km dari Göttingen, yang saya juga diminta menjadi juru nikahnya. 

Ketika mulai kuliah S2 di George August Göttingen, saya mulai bergaul dengan para mahasiswa Iran pengikut Khomaeni. 

Suatu hari Islamic Center Hamburg yang merupakan Center tempat berhimpunnya kaum Syiah di seluruh Eropa kedatangan tamu istimewa, yaitu muridnya Khomaeni, Ayatullah Jafari. Salah satu jadwal kunjungan Jafari adalah ke kota Göttingen. 

Maka betapa terkejutnya ketika suatu malam pintu apartemen saya diketuk orang, ternyata di depan pintu berdiri beberapa mahasiswa Iran bersama Ayatollah Jafari. Mereka datang tanpa memberitahu sebelumnya. 

Dalam hati, saya hanya mahasiswa biasa tiba-tiba didatangi seorang tokoh Iran murid Khomaeni. Tentu saya merasa tersanjung. Jafari selama bertamu hanya cerita tentang Republik Islam Iran dan sedikit mengenai hubungan dia dengan Khomaeni. Di ujung cerita dia menawari saya untuk berkunjung ke Iran. 

Bagaimana mungkin tokoh sekaliber Jafari berkunjung ke kamar mahasiswa asing (bukan Iran), hal ini mereka lakukan tentu dalam rangka menarik simpati calon mangsanya. Tidak sedikit orang kita yang jatuh hati gegara perlakuan mereka lalu tertarik ikut Syiah. Saya beruntung ketika kuliaah di Saudi sudah mempelajari Syiah sehingga punya benteng pertahanan. 

Kedua, keterbukaan Masjid Syiah untuk umum. Masjid Islamic Center Hamburg selalu terbuka untuk umum. Masyarakat Indonesia di Hamburg sering mengadakan acara di masjid ini.

Termasuk saya juga menyelenggarakan akad nikah dan resepsi di masjid ini dengan juru nikah dari Konsulat Jendral RI. Ini karena pertimbangan masjidnya luas, ruangannya lengkap dan punya taman tempat duduk-duduk atau main anak-anak. 

Sejak acara di masjid mereka, saya selalu dapat telefon dari aktivis Islamic Center Hamburg, namanya Abu Aminah, terkadang dari istrinya. Telefon itu biasanya sekedar ramah tamah, tapi tidak jarang diselipi ajakan kerja sama. 

Beberapa orang yang tersesat masuk Syiah umumnya diawali dengan kesan positif mengenai ramahnya orang Iran. Di Hamburg beberapa orang Indonesia mantan pelaut, begitu juga beberapa mahasiswa berhasil disesatkan dan ikut Syiah.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M. Zubaidi, Lc. MA.
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...


 



Comments

Donasi