Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Larangan Mudik Jilid II dengan Problematikanya Nasional


 

Oleh: Abu Muas T. (Pemerhati Masalah Sosial)

Di tengah-tengah masih masifnya penyebaran pandemi covid-19 di negeri ini yang telah berlangsung selama tidak kurang dari 14 bulan, dan hingga kini pun masih belum dapat diprediksi kapan berakhirnya, maka pada gilirannya jelang Idul Fitri tahun ini pula terulang kembali larangan mudik jilid II sebagaimana larangan mudik jilid I pada tahun lalu.

Fenomena larangan mudik jilid I dan II dengan segala problematikanya, esensinya nyaris sama tentang kesimpangsiuran kebijakannya. Jika pada larangan mudik jilid I tahun lalu terjadi kesimpangsiuran antara istilah mudik dengan pulang kampung. Dimana, mudik dilarang - pulang kampung diperbolehkan. Sedangkan larangan mudik jilid II tahun ini, terjadi kesimpangsiuran pula antara larangan mudik dengan dibukanya lebar-lebar pintu wisata. 

Di sinilah kebijakan yang sangat terlihat kontradiktif, alih-alih dapat mencegah terjadinya kerumunan malah sebaliknya tempat-tempat wisata sangat dimungkinkan akan bisa mengundang banyak kerumunan. Adanya kerumunan di tempat-tempat wisata diprediksi akan terjadi pada H+1 hingga H+3 Idul Fitri.

Larangan mudik jilid II ini pun, kini sedang diuji keefektifannya. Pada H-5 larangan mudik jilid II yang akan diberlakukan mulai tanggal 6 Mei pun, kini arus kendaraan keluar Jakarta sudah terpantau ribuan kendaraan pemudik siap meninggalkan Jakarta, Sabtu (1/5/2021). Demikian pula lonjakan penumpang kereta di stasiun Jakarta pun sudah mulai meningkat.

Semoga saja larangan mudik jilid II tahun ini dengan segala problematikanya, tidaklah berdampak pada peningkatan penyebaran covid-19 seperti yang sangat dikhawatirkan beberapa pihak akan munculnya klaster baru pacalebaran. 

Hari ini hingga beberapa hari ke depan, khususnya ummat Islam hendaknya tidak perlu lagi merisaukan tentang adanya larangan mudik, tapi hari-hari ke depan ini semestinya kita mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk "mudik kita ke Kampung Akhirat". Waktu persiapan diri mudik ke Kampung Akhirat yang terbaik di antaranya pada "Sepuluh Hari" terakhir ramadhan. Maka sudah selayaknya hari-hari ke depan ini semestinya kita fokuskan untuk meningkatkan kualitas  ibadah puasa kita sehingga pada gilirannya semoga kita layak tergolong insan muttaqien. Insya Allah, Aamiin.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi