Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BANGUNAN KOKOH MASYARAKAT ISLAM Oase Iman


 

Mei Sutrisno Ph.D

Bunyanun marshush’ adalah bangunan kokoh masyarakat Islam yang digambarkan dalam Al-Qur’an (Qs 61:4). Kekokohan masyarakat Islam adalah layaknya kekokohan bangunan yang dibentuk oleh tiga struktur kekuatan, yakni kekuatan sistem internal, dukungan lingkungan, dan kemampuan menghadapi tantangan, persaingan dan serangan lawan. Ketiganya saling menguatkan menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. 

Kekuatan pertama: kekuatan sistem internal ummat Islam merupakan rahmat Allah bermula dari ikatan kasih sayang melalui iman (Qs 8:63; 3:103). Saling tolong menolong kaum Anshor terhadap Muhajirin adalah tindak lanjut ikatan persaudaraan dalam iman. Dengan itu pula suku Aus dan Khazraj mengakhiri perseteruan antar mereka. Kemudian, ahlak jujur tanpa kedustaan akan membangun kekuatan batin yang saling percaya (61:3). Syariat shalat berjamaah juga mengikatkan hati para pelakunya: Abu Masud al Badri mengemukakan, dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa mengusap bahu-bahu kami, ketika akan memulai shalat, seraya beliau bersabda: “Luruskan shaff dan janganlah kalian berantakan dalam shaff, sehingga membuat hati kalian saling berselisih” (Shahih Muslim no 432). Kerapihan shaff shalat adalah lambang keteraturan dan kedisiplinan lambang kekuatan ummat.

Kekuatan kedua: dukungan lingkungan adalah pondasi untuk hidup bersama di masyarakat luas. Inilah alasan ummat Islam hijrah ke Madinah, tempat di mana Islam diterima, setelah kafir Quraisy mengusir dari Makkah. Kehadiran Islam di masyarakat plural Madinah, diatur dalam Piagam Madinah, perjanjian ukhuwah wathonoiyyah kerukunan hidup bersama. Dukungan luas masyarakat Madinah adalah buah ahlak luhur ajaran Islam yang menghargai unsur-unsur universal kemanusiaan dan teguh mematuhi perjanjian. Berbeda dengan sikap orang-orang Yahudi yang beberapa kali melanggar perjanjian, membuat mereka terusir dengan sendirinya. Aktifitas dakwah yang mengenalkan kebenaran Islam, membuat dukungan terhadap ummat Islam semakin kuat, bahkan meluas jauh ke luar Madinah. 

Kekuatan ketiga: kemampuan menghadapi tantangan, persaingan dan serangan lawan. Kekuatan internal dan dukungan lingkungan menjadi sumber kekuatan untuk bertahan dan melawan. Selain itu juga peran pemimpin dengan sifat dan nama Ahmad atau Muhammad: bekualitas terpuji dari berbagai sudut pandang; Al Haasyir, yang membimbing ke arah keselamatan dunia akhirat; Al-Muqofy: berahlak mulia menjadi teladan untuk diikuti; Nabiyyu rahman: nabi penyayang yang menciptakan kedamaian; Nabiyyu taubah: nabi yang senantiasa membersihkan diri dari dosa untuk persiapan menghadap kepada-Nya; Nabiyyul malhamah: nabi yang berani berperang demi membela agama-Nya (Qs 61: 6; HR Abu Daud). Pertolongan Allah senantiasa hadir membantu ummat Islam yang berjuang membela agama-Nya (Qs 47:7). Namun pertolongan itu hadir seiring dengan terbangunnya kekuatan ummat, sebagaimana Allah tak pernah menurunkan perintah perang melawan musuhnya ketika ummat Islam masih lemah saat awal dakwah di Makkah. 

Selain membangun kekuatan, ummat Islam harus pula mengantisipasi beberapa penyebab melemahannya kekuatan. Pertama adalah penyakit wahn, cinta dunia dan takut mati, sehingga ummat Islam seperti buih yang mengambang tanpa kekuatan (sumber: HR Abu Dawud dan Ahmad). Kedua adalah hadirnya kemunafikan dengan sifat dusta yang merusak hubungan individu, relasi sosial dan urusan agama (Qs 61:2-3). Ketiga adalah ketidakpatuhan kepada pimpinan yang adil, seperti ummat nabi Musa a.s yang fasiq sehingga merusak struktur kekuatan (Qs 61:5). Keempat, munculnya ulama suu’ yang menjerumuskan masyarakatnya ke arah kezaliman, seperti prilaku rahib-rahib Yahudi masa lalu (Qs 61:8). Untuk melenyapkan kelemahan ini maka diperlukan dakwah ilmu agama secara luas, terutama kepada generasi muda sebagai kekuatan baru penerus ummat.

Saat ini adalah waktu introspeksi bagi ummat Islam, masing-masing diri perlu mengevaluasi kondisi masyarakatnya. Bangunan kokoh masyarakat Islam adalah kebutuhan yang perlu diusahakan dengan kesungguhan. Semoga Allah menyadarkan ummat Islam untuk reposisi sehingga terbentuk struktur ‘bunyanun marshush’ yang mengantarkan ummat menuju tercapainya keselamatan dan kejayaan di dunia maupun akhirat dalam naungan ridlo-Nya. Aamiin.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi