Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

IDENTITAS KEBENARAN Oase Iman


 

Mei Sutrisno 

Manusia ditugasi untuk menjalani hidup dengan benar, bukan untuk menentukan atau mengubah kebenaran. Kebenaran adalah dari Allah dalam ketentuan-Nya dan hidayah-Nya. Manusia akan tersesat bila hanya bertumpu pada keterbatasan pemikirannya dan meninggalkan hidayah-Nya. Tiga cara mengenali identitas kebenaran adalah dengan mengenali dari mana asalnya, skala waktu pemberlakuannya, dan bukti sejarah. 

Identitas pertama kebenaran adalah hanya yang berasal dari Allah (Qs 2:147).  Terminologi ini lugas dan mudah dipahami oleh siapa saja. Allah adalah Pencipta alam semesta, sehingga Allah berhak menentukan jalan yang benar bagi mahluk-Nya, dalam beribadah dan melaksanakan tugasnya sebagai khalifah di bumi-Nya (Qs 51:56; 2:30). Dengan kasih sayang-Nya manusia diberi bekal kemampuan dan petunjuk untuk menjalani hidupnya. Untuk itulah manusia perlu mempelajari kebenaran dari kitab yang diturunkan melalui Rasul-Nya. Selanjutnya meneladani jalan hidup orang yang telah mendapat petunjuk-Nya, yaitu para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang syahid, dan para sholihin (Qs 4:69). 

Identitas kedua kebenaran adalah skala waktu pemberlakuannya.  Kebenaran dari-Nya ditujukan untuk keselamatan hidup manusia di akhirat, yang bersifat kekal. Penggambaran waktu sehari di sisi Allah adalah 1000 tahun dalam hitungan manusia (Qs 32:5). Hidup di dunia layaknya seperti tipuan, karena usia 70 tahun manusia di dunia tak ubahnya seperti 1,5 jam di sisi-Nya. Skala waktu ini merupakan peringatan bagi manusia agar berhati-hati dan tidak berbuat kesalahan selama hidup di dunia. Setanlah yang menjadikan indah kesenangan, kekayaan dan jabatan sehingga penyimpangan-penyimpangan pun seperti kebenaran dalam pemikiran manusia. Itulah yang membuat manusia lupa akan akhiratnya, lebih mengutamakan dunianya. Inilah yang berbahaya. 

Identitas ketiga adalah bukti sejarah. Keberhasilan nabi Ibrahim a.s menumbangkan Raja Namrud yang mengaku tuhan. Dengan kebodohannya, Namrud berperpersepsi bahwa ia bisa menghidupkan dan mamatikan manusia, padahal ia hanya membunuh  seseorang dan membiarkan hidup seorang lainnya (Qs 2: 258). Ketika diminta bukti lain kemampuannya sebagi tuhan yakni mengatur peredaran matahari, ia tak berdaya. Pasukannya bahkan ditugasi menangkap nabi Ibrahim a.s dengan hukuman bakar. Selamatnya nabi Ibrahim a.s dari kobaran api justru menguatkan hujjah bahwa Allah Maha-Melindungi hamba-Nya yang benar. Kebenaran tauhid kembali tegak bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Motif perjuangan nabi Ibrahim a.s adalah semata-mata untuk menegakkan kebenaran, tidak untuk kepentingan dunia. Sebaliknya motif kezaliman Namrud adalah hanya untuk mengejar nikmat duniawi semata, bahkan membuatnya tersiksa akibat masuknya nyamuk ke lubang hidungnya dalam waktu yang cukup lama sebelum ajalnya tiba. 


Lebih dari itu, kisah-kisah manusia di muka bumi hendaknya menjadi pelajaran bagi umat manusia yang beriman agar qalbunya mampu menangkap kebenaran-Nya (Qs 22:46). Sejarah kelalaian seperti Namrud, banyak terjadi akibat tidak mampu menahan godaan ketika memegang amanah kekuasaan. Penyimpangan bisa terjadi pada pengusa negeri atau intervensi. Gazi Mustafa Kemal melemahkan pemberlakuan syariat Islam di Turki dengan sekulerisme akibat silau oleh kemajuan Barat. Kemal akhirnya menderita di akhir hayatnya akibat frustasi dan penyakit yang menggerogotinya. Demikian pula dengan intervensi Uni Soviet dengan faham komunismenya yang membungkam syariat Islam di beberapa negara yang dikuasainya. Akhirnya komunisme itu pun tumbang dengan sendirinya. Peristiwa ini perlu manjadi pembelajaran bagi semua bangsa di dunia, termasuk Indonesia. 

Allah tidak membutuhkan manusia untuk membela kebenaran-Nya, tapi manusialah yang membutuhkannya karena semua perbuatan manusia akan kembali kepada dirinya. Kebenaran-Nya yang ditegakkan di suatu negara, berkahnya tidak hanya  berdampak kepada ummat Islam saja, tetapi  juga kepada semua manusia yang berada di dalamnya. Dalam Islam, tegaknya kebenaran akan bersama dengan munculnya keadilan. Semoga Allah menjadikan rakyat dan penguasa di Indonesia mampu menegakkan kebenaran dari-Nya sehingga Allah memberkati kita semua dengan ridlo-Nya. Aamiin.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments

Donasi