Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

IBU KOTA NUSANTARA MEMBANGKITKAN KESADARAN Nasional




Mei Sutrisno Ph.D

Kepindahan ibu kota negara adalah sesuatu yang besar. Tapi telah diputuskan dengan tiba-tiba. Mayoritas warga negara tersadarkan adanya keanehan, menerjang resiko besar seperti permainan.

Ibu kota suatu negara adalah bak jantung (qalb) dalam raga manusia. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda bahwa dalam jasad manusia ada segumpal daging, apabila itu baik maka bailkah seluruh jasadnya. Ibu kota negara adalah barometer suatu negara. Banyak orang akan bertanya jantung negara akan dipindahkan di hutan belantara kosong, siapa yang akan menghuninya pun masih menjadi tanda tanya. Apakah ada jaminan akan diisi oleh orang-orang yang cinta negri, atau justru oleh orang-orang lain yang akan menggusur warga bumi putera.

Jakarta telah menjadi magnit ‘brain drain’ selama 76 tahun, di sanalah orang-orang pintar berkumpul. Hal ini tak bisa dinafikkan. Nilai investasi budaya, politik dan ketahanan negara serta bangunan fisik yang dibiayai dengan mahal oleh negara akan ditinggalkan. Inilah yang tidak bisa diterima akal sehat. Lebih aneh apalagi kalau masih mengeluarkan biaya yang tidak perlu, dalam kondisi rakyat masih menderita akibat pandemi.

Keputusan besar pasti membawa kejutan dan membangkitkan kesadaran. Kesadaran adalah suatu kondisi yang menjadikan seseorang menjadi memahami bahwa dirinya telah siuman dari pinsan kelalaian atau kebodohan kemudian bertekad memperbaiki diri masa depan. Keputusan ini menjadi batu uji di masyarakat dalam pemilu dan pilpres 2024 nanti, terutama bagi masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa, khususnya Jakarta yang merasa tercabut akar historisnya.

Wajah politik Indonesia akan berubah dan harus berubah dari keputusan oligarkhis menuju ke rakyat centris. Arus perubahan semakin jelas menyerap perhatian rakyat. Pembangunan focus hanya kepada infrastruktur fisik tapi infrstruktur budaya dan kekuatan politik rakyat terabaikan. Rakyat bisa jadi segera meninggalkan partai koalisi yang berkuasa saat ini. Keputusan pindah ibu kota adalah bukti menjauhi harapan rakyat yang rindu pembangunan industri pendukung inftrastruktur ekonomi. Bagi pemimpin negeri, dalam lingkaran oligarkhi, hendaklah segera muncul kesadaran diri saat ini sebelum tersadar di hari kebangkitan nanti.

Kesadaran rakyat perlu segera bangkit menyongsong perbaikan. Kesadaran dini akan akhirati akan menyelamatkan, kelalaian kepada kampung akhirat akan merugikan. Semoga Allah memberi kekuatan kepada seluruh bangsa Indonesia dan tetap setia menjaga ibadah dan persatuan sehingga Indonesia tetap jaya saat menyongsong era 100 tahun kemerdekaan. Aamiin.
 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi