PINDAH KUBU Nasional

by M Rizal Fadillah
Di media sosial ada tayangan menarik kisah tentang sahabat Rosulullah SAW.
Di tengah kesuksesan di beberapa medan tempur Rosulullah SAW bersabda "Diantaramu ada laki laki yang gigi gerahamnya di Neraka lebih besar dari gunung Uhud". Pernyataan itu akhirnya diketahui untuk sahabat hebat yang nantinya berpindah kubu, yaitu Arrajjal bin Unfuwwah.
Pada masa kekhalifahan Abubakar Shiddiq, sahabat Arrajjal bin Unfuwwah yang hafidz qur'an dan senantiasa mendampingi Nabi dalam beberapa pertempuran diutus untuk memerangi Musailamah si Nabi palsu. Alih-alih menumpas, justru ia mengagumi kebesaran pasukan dan pengikut nabi palsu ini. Ia yakin kebenaran dan kemenangan ada pada Musailamah, hingga ia pun ujungnya berpihak dan bergabung dengannya.
Abubakar Shiddiq Ra akhirnya menggempur habis pasukan besar Musailamah. Di samping Musailamah mati dalam peperangan, juga Arrajjal bin Unfuwwah. Kini ramalan Rosulullah SAW terbukti. Kelak Arrajjal akan memasuki neraka dengan penghinaan. Pindah kubu telah merusak masa depannya. Hina di dunia dan celaka di akherat.
Kini dalam proses politik di negeri ini ada orang orang, aktivis, tokoh politik, bahkan ulama yang pindah pindah kubu. Awalnya di masa ahok 'sang penista' ia atau mereka berada di barisan umat yang melihat ahok sebagai 'musuh umat' dan memandang seluruh elemen yang memproteksi ahok adalah bagian dari pendukung musuh umat tersebut, termasuk pimpinan dan aparat yang bekerjasama melindungi sang penista. "212" adalah gerakan umat dan ulama yang fenomenal. Kumpulan pejuang dari berbagai organisasi, faham, dan profesi.
Kompetisi Pilpres 2019 menampilkan fenomena yang menarik. Polarisasi kekuatan petahana dan penantang cukup mengental. Petahana dicitrakan meminggirkan dan menyakiti umat. Para aktivis, pejuang bersama rakyat menggaungkan #2019gantiPresiden.
Terpengaruh oleh kalkulasi kemenangan di fihak lawan, maka perlu uang, kedudukan ke depan, atau perlindungan politik, maka pilihan adalah pindah kubu. Pindah menjadi pendukung petahana. Strategi bahasa kerennya. Berjuang dari dalam bahasa klisenya. Padahal, rontok mental bahasa kejiwaannya dan pengecut bahasa realitanya.
Kita melihat perpindahan tokoh dari kubu umat ke kubu penista. Memasang badan demi pilihan politik. Di belakang menjadi dapur amunisi, di depan menjadi benteng atau banteng ambisi. Menggerus kekuatan teman. Ia harus berjasa besar untuk lawan, agar kompensasi yang didapat memadai dan besar.
Kini Arrajjal Arrajjal di negeri ini telah tampil di medan tempur. Tak sadar ia adalah penghianat umat. Dikira itu jalan selamat, padahal umat akan melaknat.
Allah penentu akhir riwayat. Moga ia bertobat, atau berakhir hina dicatatan sejarah hati rakyat. Gerahamnya tidak ada di surga.
Celakalah wahai Arrajjal pencari muka, kuasa, dan pendukung politisi jahat.
Sejarah dirimu kelak mencatat. Engkau sebenarnya adalah tokoh yang merusak dan mengecewakan.
Untukku agamaku, untukmu agamamu.
Selamat jalan.
Bandung, 6 November 2018
*********************************************************************
Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION
Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)
Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)
Hubungi Hot Line Kami
Di 081 12345 741
Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30
#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
#ANNASINDONESIA
Dikutip dari : -
Penulis : M. Rizal Fadillah
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share. Lets change the world together saudaraku !...


2290 
Comments