Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KASUS IKAT PINGGANG Nasional



 

by M Rizal Fadillah *)

Aksi premanisme Kuasa Hukum Tomy Winata di persidangan perdata PN Jakarta Pusat memalukan dan menghebohkan. Desrizal Chaniago sang kuasa memukulkan ikat pinggangnya ke wajah Ketua Majelis Hakim ketika dibacakan Putusan kasus gugatan TW lawan PT PWG. Dua Hakim terluka dan Desrizal ditahan. Ia terancam Pasal 351 Jo 312 KUHP delik Penganiayaan dengan pidana kurungan 2 tahun 8 bulan. 

Memalukan dan menghebohkan karena yang diwakili Desrizal adalah pengusaha besar dan terkenal yaitu taipan "naga" Tomy Winata. Demikian juga tindakannya unik yakni memukulkan "ikat pinggang" yang dikenakan oleh sang Pengacara. Dilakukan di saat persidangan berlangsung dalam acara pembacaan Putusan yang mengarah pada diktum "menolak" gugatan. Sementara motif nya  konon ia kesal pada Putusan yang di luar harapan. 

Selintas ini penganiayaan biasa  dengan alasan kesal. Tapi dirasakan perlu pendalaman atas kasus "ikat pinggang" ini. 

Pertama, biasanya yang merasa kesal dan melampiaskan emosinya adalah klien atau prinsipal atau pesakitan sehingga dalam beberapa kasus yang menyerang baik Jaksa atau Hakim adalah klien ini. Advokat itu sudah terbiasa menghadapi berbagai persidangan dengan putusan kalah atau menang. Apalagi kasus perdata dan masih ada  banding. Sehingga aneh jika Kuasa Hukum tiba tiba emosi tanpa kendali. Perlu penelaahan lanjutan hubungan Kuasa Hukum dengan Hakim yang membuat dirinya "kesal". Mafia peradilan kini sedang menjadi sorotan masyarakat. Apakah ada deal-deal yang tak dipenuhi atau faktor lain ?

Kedua, bagaimana hubungan Kuasa Hukum dengan klien sendiri. Kuasa Hukum mungkin menjanjikan berlebihan kepada klien, atau klien telah memberi prestasi tertentu yang membuat beban tersendiri sehingga ketika "kalah" ada sesuatu kekalutan besar padanya hingga ikat pinggang pun melayang. Sebagai Advokat ia tentu mengetahui risiko dari perbuatan yang dikategorikan pidana seperti ini. Dugaan adanya beban pada klien yang berat ini wajar wajar saja. 

Ketiga, mungkin memang watak pengacara preman yang "tak pernah kalah" dalam segala langkah. Proses hukum peradilan pun dianggap sebagai non litigasi sehingga watak ini terbawa bawa dimanapun dan kapan pun. Inilah bahaya jika proses hukum dibarengi dengan karakter terbiasa bermain di luar hukum. Sudah bagus sebagai klien, Tomy Winata meminta maaf atas perilaku kuasanya ini. Pelanggaran hukum personal tetap dipertanggungjawabkan sendiri oleh si pelaku. 

Masih banyak kemungkinan lain dari kasus "ikat pinggang" ini, akan tetapi peristiwanya telah  memperburuk wajah hukum di Negara kita. Perlu evaluasi dan koreksi mendasar untuk membangun kepercayaan hukum kembali. Desrizal mesti diberi sanksi oleh asosiasi dan diproses hukum dengan tuntas. Tutup peluang intervensi yang merusak lebih parah dari tontonan yang memilukan ini. 

Masyarakat seperti biasa hanya bisa mengurut dada. 

*) Pemerhati Politik dan Hukum
 

Bandung, 22 Juli 2019


 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments