Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

GRANAT DUAAR...! Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Dua anggota TNI luka luka akibat membuka kresek plastik yang ternyata berisi granat. Keterangan Kapolda Metro Jaya itu adalah granat asap dan masih diusut sebab keberadaannya. Diduga milik anggota Polri Dalmas yang tertinggal. Anggota TNI yang terluka masih di RSPAD dan konon belum dapat diminta keterangan. Peristiwa terjadi selasa pagi satu hari setelah acara reuni 212.

Menunggu berita investigasi lanjutan. Banyak pihak melihat keanehan dari peristiwa ledakan ini

Pertama, granat berada dalam kresek plastik. Siapa menyimpan di Monas saat pagi hari. Keterangan dugaan milik anggota Polri yang tertinggal tentu janggal. Bagaimana granat disimpan dalam kresek. Diluar prosedur. 

Kedua, informasi kepolisian jenis granat tersebut adalah granat asap untuk menangani huru hara. Keterangan dari pihak TNI lain adalah bahwa granat asap itu tidak meledak dan hanya mengeluarkan asap. 

Ketiga, ditemukan di Monas di pagi hari saat orang berolahraga. Jika ini bagian teror maka itu target atau motif yang tak jelas. Dikesankan bahwa "barang" tersebut adalah sampah yang semestinya diangkut.

Di Medsos ada analisis dugaan bahwa kantong plastik berisi granat itu adalah ditujukan untuk fitnah bagi acara reuni 212. Namun "gagal"  karena tak ada yang menemukan dan membuka  pada hari pelaksanaan acara. Allah SWT selamatkan. 
Keesokan hari baru atas dasar kecurigaan  anggota TNI AD yang membuka dan meledaklah...duuaar...!

Polisi harus segera menemukan data valid dari keberadaan "kresek granat" ini. Sebab jika tidak, analisa soal fitnah untuk aksi 212 akan terus berkembang. Konsekuensinya adalah tuduhan bahwa polisi memang menjadi "ahli rekayasa". Stigma yang berbahaya. Dapat berpengaruh pada cara dan pola mengelola negara di pemerintahan Jokowi. Sejarah akan mencatat.

Karena korban adalah anggota TNI beranikah "kresek granat" ini dihubungkan dengan ISIS atau JAD. Mungkin tidak, karena pihak TNI pun akan ikut menginvestigasi. Jika dikaitkan dengan terorisme, maka "granat kresek" ini termasuk dalam terorisme kelas rendah berbiaya murah seperti "bom panci" dan "tusukan naruto". Hanya yang dikhawatirkan selalu saja tak terungkap dalang dari pertunjukan-pertunjukan  "wayang" model ini. Pengadilan terbuka tak pernah ada.

Mari kita tonton pertunjukan berikut. To be continued...dduuar..!

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 4 Desember 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi