ABU NEW-WAS HIJRAH PEDULI PEMIMPIN NEGERI Nasional

Mei Sutrisno
Abu New-was mendengar keluhan masyarakat: Mengapa baliho promosi diri sudah banyak dipasang, padahal pemilihan kepala negara masih panjang? Mencuri start memanfaatkan rakyat yang buta informasi siapa yang layak memimpin negeri. Memang tak cukup informasi, bahkan sampai selesai kampanye debat visi-misi. Apalagi durasi debat terlalu singkat bahkan janji kandidat seperti bebas, tidak mengikat. Seolah halusinasi yang tak peduli untuk penuhi janji setelah jadi. Itulah tanda-tanda perlunya hijrah informasi sejak dini oleh dan untuk semua pihak yang peduli lahirnya pempimpin berahlak mulia, cerdas, amanah dan percaya diri di Bumi Pertiwi.
Abu New-was juga merasa aneh banyak yang berebut jadi pejabat, walau tak punya kemampuan maupun bakat. Mungkin fasilitas pejabat terlalu nikmat. Untuk itu perlu revisi istilah, pemimpin eksekutif negara jangan diberi nama ‘Pemerintah’. Seolah keberadaan rakyat hanya menjadi obyek yang diperintah. Lebih celaka yang menyebut kepala negara sebagai petugas partainya, ini berbahaya karena partai bukan alat untuk menguasai kekayaan negara. Lebih cocok istilah pemerintah diganti dengan sebutan abdi rakyat, sehingga tahu siapa sebenarnya yang harus dibela dan dilihat. Bukan para cukong yang mensuply dana kampanye sesaat dan juga para penjilat, tapi rakyat.
Abu New-was juga melihat kurangnya etika, ada pribadi-pribadi mengajukan diri sendiri menjadi pemimpin negeri. Padahal Rasulullah SAW sudah mengingatkan: “Wahai Abdurrahman, jangan engkau minta jadi pemimpin. Kalau kamu jadi pemimpin karena permintaan atau keinginanmu, maka semua urusan menjadi urusanmu sendiri (Allah tidak mau tahu). Tapi kalau kamu jadi pemimpin bukan atas permintannmu atau keinginanmu, Allah akan menolongmu” (HR. Buhari – Muslim). Padahal semua kebaikan berasal dari Allah. Untuk itu: ‘Wahai para politisi, ulama dan cendekia berhijrahlah bersama-sama untuk konsolidasi dini segera mencari dan mempublikasi dukungan terhadap pemimpin adil yang berjuang untuk kesejahteraan rakyat untuk urusan dunia dan akhirat. Jangan sampai perahu negeri miring ke kiri, hanya peduli urusan duniawi sehingga berpotensi menenggelamkan kearifan negeri ini”.
Abu New-was bersama rakyat juga akan bertanggung jawab dalam memilih pemimpin negeri yang rekam jejaknya bersih dan cinta rakyat dan cinta negeri serta bertaqwa kepada Pemilik Alam ini. Semua rakyat perlu berhijrah menggalang informasi dini sehingga terwujud pemimpin negeri yang peduli pada iman dan ahlak serta kesejahteraan rakyat di bumi pertiwi. Semoga Allah menyatukan mayoritas hati ummat Islam dalam satu pilihan dalam menentukan pemimpin sejati yang membawa kebahagian duniawi dan akhirati. Aamiin.
*********************************************************************
Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION
Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)
Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)
Hubungi Hot Line Kami
Di 081 12345 741
Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30
#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
#ANNASINDONESIA
Dikutip dari : -
Penulis : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share. Lets change the world together saudaraku !...


1186 
Comments