Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

ANEH PAUD DICURIGAI Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Tak disangka rezim telah masuk pada fase seperti ini mencurigai PAUD yang terpapar radikalisme. Awalnya kita hanya berseloroh mengikuti istilah Rocky Gerung "dungu" tapi lama lama benar juga. Kekuasaan makin dungu. Tak habis pikir jika anak anak Balita dituduh dan dicurigai terpapar radikalisme. 

Di medsos ada komentar nyinyir katanya masih mending kita Indonesia ini mencurigai anak usia PAUD karena dulu di zaman Fir'aun yang dicurigai dan ditakuti itu malah bayi. Karenanya setiap bayi laki laki pasti dibunuh oleh pasukan keamanan Fir'aun. Hanya bayi perempuan yang memang tidak potensial menjadi radikal yang dibiarkan hidup. Jika Fir'aun dasarnya mimpi, kita bertanya penguasa kini dasarnya apa ?

Berapa puluh ribu sekolah PAUD di seluruh Indonesia yang patut dicurigai. Muhammadiyah saja memiliki 20 ribu an PAUD. Lucunya aparat meminta tambahan dana milyaran untuk memata matai PAUD dan Masjid. Ini pertanda musibah sedang melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia. Cara pandang yang keliru tentang kedamaian, keadilan, dan ketertiban. 

Ingin damai tapi memakai strategi perang,  bagaikan ingin rukun dengan metode adu domba. Inilah  paradoks dalam membangun negeri. Memberantas radikalisme dengan cara cara yang radikal. Strategi "semburan fitnah" sedang dijalankan. Menuduh orang laing yang sebenarnya sedang dilakukan oleh dirinya. Maling teriak maling. 

Pemerintah yang menjalankan pola seperti ini sangat berbahaya. Ini gaya kolonialisme di era milenial. Penuh dengan kepalsuan dan rekayasa. Membodohi rakyat semesta. Semua institusi dicurigai dan dimata matai. Dari Perguruan Tinggi hingga PAUD.  Masjid hingga lembaga pernikahan. Dosen, guru hingga karyawan.  ASN dan aparat TNI dipantau. Rakyat rasanya sedang dimusuhi. Dukungan dan simpati yang diabaikan.  

Wapres adalah Kyai yang setelah menjadi pejabat menjadi aneh. Bukan tampil sebagai pembela umat, akan tetapi justru memojokkan. Tudingan PAUD terpapar radikalisme adalah "asbun" tidak memiliki alasan kuat dan pembuktian. Bagai melempar batu untuk membunuh  seekor ikan di samudra yang luas.  Wapres ikut ikutan berceloteh soal radikalisme. Apa tolok ukur, batasan, atau pelanggaran hukumnya ?

Gus Mus atau KH Mustofa Bisri menyinggung kondisi negeri dalam  puisi "Negeri ha ha hi hi". Negara yang dikelola dengan penuh lucu lucuan. Negara PAUD. Ada Presiden naik kereta keretaan di Mall. Ada puluhan ribu ton beras harus dibuang. Ada jutaan telur ayam yang mesti dimusnahkan. Ada pula Dirut Garuda membawa selundupan "moge" di pesawat "miliknya". Lucu memang dunia anak anak. 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 7 Desember 2019

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi