Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

JANGAN PUKUL KEPALA ORANG SAAT DEMO Nasional



JANGAN PUKUL KEPALA  ORANG SAAT DEMO

by M Rizal Fadillah *)

Ungkapan di atas adalah amanat Ustadz  Das'ad Latif kepada Kapolri Jenderal Idham Aziz dalam sebuah rekaman video seusai Rapim Polri 29 Januari 2020 yang lalu. Ustadz asal Makasar ini menyatakan jika memukul kepala siapa tahu di dalam kepala orang itu ada hafalan Qur'an dan Hadits. Sehingga itu sama saja dengan memukul Qur'an dan Hadits. Pukul saja kaki atau semprot. Subhanallah

Sementara Kapolri juga menitipkan pesan ceramah Ustadz Das'ad Latif agar mengarahkan Polisi dalam menangani demo atau unjuk rasa dilakukan dengan pendekatan yang humanis. Lalu juga agar Polisi dalam menjaga dan mengawal unjuk rasa tidak membawa atau menggunakan senjata api. 
Rupanya Kapolri ingin membangun citra dan semangat baru di lingkungan Kepolisian.

Polri khususnya Brimob memang dikenal oleh masyarakat bahwa dalam menangani unjuk rasa sering bertindak berlebihan. Luka di kepala, penganiayaan, bahkan kematian juga terjadi. Kadang diduga provokator atau kelompok penyusup itu "diketahui" oleh Polri sendiri. Pasca Pilpres 2019 kejadian seperti ini sangat mencolok. Begitu juga sewaktu aksi aksi penolakan revisi UU KPK di berbagai daerah. Beberapa korban tertembus peluru tajam.

Perkapolri No 9 tahun 2008 menegaskan terhadap pelaku aksi yang melanggar hukum "harus dilakukan tindakan tegas dan proporsional" bahkan pelaku anarkhis pun diupayakan untuk "menangkap dan menghentikan tindakan anarkhis". Dan yang telah ditangkap harus diperlakukan secara manusiawi.
Melarang tindakan aparat yang bersifat spontanitas dan emosional, mengejar secara perorangan, melakukan kekerasan penganiayaan, pelecehan, dan melanggar HAM. 

Perkapolri No 16 tahun 2006 khususnya Pasal 7 menyatakan bahwa Pengendalian Massa tidak boleh melalukan kekerasan dan di luar prosedur, membawa peralatan di luar peralatan Dalmas khususnya senjata tajam dan peluru tajam, berkewajiban untuk melindungi jiwa dan harta benda serta melayani dan menjaga unjuk rasa hingga selesai.

Apa yang menjadi komitmen Kapolri Jenderal Idham Azis dalam Rapim Polri tersebut kiranya menjadi perhatian bersama. Dan apa yang menjadi amanat ceramah Ustad Das'ad Latif juga cukup mengena. Konteks "kepala" pengunjuk rasa yang ada hafalan Qur'an dan Hadits mengingatkan pada komunitas muslim Islam yang melakukan aksi. Faktor biasanya adalah keresahan jiwa umat pada perlakukan Pemerintah yang tidak proporsional terhadap isu keumatan. 

Radikalisme dan intoleransi jangan diarahkan semata  pada masyarakat atau rakyat  tetapi juga pada penguasa dan aparat penegak hukum. Radikalisme dan intoleransi penguasa dan aparat jauh lebih berbahaya. Ada senjata dan segala di tangannya. 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung, 2 Februari 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi