Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

SOCIAL DISTANCING (ATAU PHYSICAL DISTANCING?) #1 Nasional




Social Distancing (atau Physical Distancing?)

Sebuah Telaah Kritis tentang Arsitektur Ruang Publik 
dalam rangka Menjaga Iman dan Imun.

Bagian 1: ’Ancaman ‘Wuhan Covid-19’'.

diolah oleh : 
Dr. Tendy Y. RAMADIN, S.Des., M.T. (Arch.)

Staf Pengajar Kelompok Keahlian Manusia dan Ruang Interior - ITB,

Arsitek sejumlah Masjid, Sekolah/Sekolah Peradaban/Universitas Islam/ Islamic Society

Anggota Tim Arsitek YPM Salman ITB,

Ketua III Bidang Pendidikan dan Latihan serta Riset dan Pengembangan ANNAS.

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Prolog.
Tribute to Ahmad Djuhara, rahimahullah


Hari-hari ini suasana terasa suram, siang pun nampak temaram, dan Jumat Sayidul Ayam 2 Syaban 1441 H. / 27 Maret 2020 M. kemarin terasa kian muram lebih dari biasanya. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, allahumaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu, telah berpulang sahabat dan sejawat kami, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) periode 2018 – 2021: Ir. Ahmad Djuhara karena sakit, di tengah situasi wabah pandemic Wuhan Covid-19. Semoga Allah rizkikan rahmat dan ampunan, hadiahkan tempat yang lapang nan indah di alam penantiannya. Mereka yang ditinggalkan di- istiqamah -kan untuk senantiasa mendoakan dan mengamalkan ilmu dan amal shalih yang diwariskan mendiang rahimahullah.  Aamiin yaa Mujiib as saa iliin.   

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi perkembangan dunia arsitektur tanah air, maupun kita sebagai bangsa. Kiprah perjuangan kang Djudju, salahsatunya adalah terwujudnya perancangan sistem jenjang profesi yang lebih sistematis dan bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya expertise dalam praktek arsitektur yang pada kenyataannya memiliki dampak besar pada pola hidup publik: hubungan manusia dengan lingkungan. 

Ada satu poin penting yang pernah beliau sampaikan: “Kota yang baik diukur dari seberapa bahagia penduduknya” (Muhammad Hilmi, 27.03.20. IDEAS, (https://www.whiteboardjournal.com/ideas/selamat-jalan-dan-terima-kasih-ahmad-djuhara/). 

Baginya, desain dan arsitektur adalah elemen utama yang membentuk peradaban bangsa. Sebuah hal yang akan semakin terasa relevan di masa-masa yang akan datang. 

Kolega saya Prof. George Kunihiro, arsitek kondang dan guru besar dari Kokushikan University Japan, (pernah menjadi Ketua Asosiasi Profesi Arsitek di Amerika dan Asia Pasifik) mengabarkan dalam akun pribadinya bahwa kang Djudju berpulang terkena musibah wabah (tertular dari salah seorang pejabat tinggi negeri ini).  Wallahu a’lam bis-shawab.

Ruang Publik dan Pandemik

Pandemi Wuhan COVID-19 menunjukkan sekali, bagaimana peran perancang/desainer/arsitek dibutuhkan untuk menata tempat-tempat darurat.  Sekian juta orang di seluruh Indonesia mau tidak mau dihimbau untuk tetap di rumah karena virus. Pihak manajemen rumah sakit semakin menyadari bahwa mereka kekurangan fasilitas tempat tidur yang diperlukan untuk merawat pasien yang terinfeksi. Pada saat yang sama, kebutuhan akan tempat penampungan darurat terkait dengan banyak jenis krisis, bukan sekadar virus atau pandemi ini, juga tetap harus diatasi. Tidak boleh pilih kasih, judulnya. 
Bagian yang lebih signifikan dari populasi yang ada boleh jadi sedang dirawat atau hidup dalam kondisi rentan akibat musibah selain juga wabah. 

Arsitek/desainer dapat membantu menata kembali bagaimana struktur sementara atau darurat dapat bekerja! Terbangunnya berbagai solusi untuk bangunan sementara, misalnya ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) darurat (sebagaimana yang dinisiasi oleh pemprov DKI Jakarta), Wisma Atlit yang disulap  menjadi Rumah Sakit Khusus (oleh Pemerintah Pusat Indonesia belakangan) yang disesuaikan dengan kondisi, yang dapat mengatasi ancaman bagi populasi yang terkena dampak secara optimal.

Pemandangan yang nampak membuat trenyuh sanubari orang beriman adalah menyaksikan dalam berbagai media sosial bagaimana pada akhirnya prosesi pemulasaraan dan pemakaman jenazah pun 'terkoreksi' secara khusus bagi mereka yang terpapar virus ini. Standar kebutuhan ruang dan fasilitas, bahkan batas tempo, menjadi bergeser drastis, demikian halnya Standar Operasional Prosedur (SOP) nya, baik di rumah sakit dan ketika di area pemakaman. 


bersambung esok hari, insya Allah... 

Kota Baru Parahyangan, Bada Isya, 3 Syaban 1441 H. / 28 Maret 2010 M.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Dr. Tendy Yulisca Ramadin S.Sn.,MT
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments