Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

DUKUNG PROSES AULIA FAHMI Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Bagaimana bisa pelaporan biasa dari seorang  Aulia Fahmi, SH ditindak lanjuti dengan penangkapan Ruslan Buton seperti menangkap teroris. Ada Densus 88 segala. Bukan hanya tidak lazim tetapi berlebihan di luar hukum acara yang berlaku. Dengan cepat ditetapkan status sebagai tersangka lagi. 

Ini domein hukum atau politik ? Jika hukum tentu tidak seperti ini. Jika politik mungkin wajar. Akan tetapi ranah politik akan membawa  sikap dan protes politik pula. 
Kebiasaan untuk melakukan tindakan hukum dengan "meminjam" tangan pelapor harus dihentikan. Akan menjadi kultur buruk hukum di Indonesia. Catatan sejarah kelam yang tak mudah dihapus. 

Dua hal yang mesti mendapat support publik. Pertama adalah dukungan pra-peradilan atas penetapan tersangka Ruslan Buton oleh Pengacara. Ini perlawanan hukum atas kesewenang-wenangan. Kedua, dukung pelaporan balik saksi pelapor Aulia Fahmi, SH karena ia perlu disidik juga motif pelaporan apakah murni hukum atau kepanjangan tangan politik. Seruan penangkapan juga cukup berimbang. 

Mengingat urusannya lapor melapor antara pihak Ruslan Buton dengan Aulia Fahmi maka pihak Kepolisian harus bersikap obyektif dalam menangani masalah hukum. Kontennya menjadi kepentingan kedua belah pihak. Jika ada hubungan dengan Negara maka biasakan Negara bertindak sendiri. Menindak makar atau pemberontakan misalnya. Agar publik merasa yakin tidak terjadi proses kriminalisasi atau politisisasi. 

Andai pelapor yang dilaporkan balik juga sama sama ditangkap sebagaimana seruan yang muncul di media. Maka akan semakin jelas obyektivitas penanganan. Rakyat akan sangat percaya pada proses penegakkan hukum oleh penegak hukum. Tapi bila selalu menggunakan tangan tangan "pelapor" hanya alat untuk melakukan proses penyelidikan dan penyidikan maka independensi menjadi kabur. 
Kelak akan muncul figur "spesialis" pelaporan. 

Kasus pelaporan Said Didu oleh orang yang mengaitkan dengan pencemaran pada Luhut Panjaitan adalah contoh buruk. Luhut yang mestinya melaporkan atas pencemaran dirinya. Menempatkan dalam kedudukan yang sama di depan hukum meskipun ia adalah seorang Menteri. 

Obyektivitas penanganan hukum menjadi prioritas pada situasi kebutuhan mendesak akan adanya stabilitas politik dan hukum saat ini. 
Apalagi ketika kepercayaan pada Pemerintah sedang merosot. 

*) Pemerhati Politik dan Hukum.
 

Bandung, 4 Juni 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments