Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

POMPEO SUKSES Internasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Akhirnya memang Pemerintah kita kelas ayam sayur. Kedatangan Menlu AS Mike Pompeo sukses besar. Utamanya adalah implikasi penandatanganan bersama Menlu Retno Marsudi mengenai Kepulauan Natuna yang bakal "diserahkan" menjadi lahan investasi AS. Tentu target AS adalah membuat pangkalan militer. Penguatan strategis  dalam perseteruan dengan China. Pompeo sukses.

Konflik Laut China Selatan memasuki babak baru. Bagian Indonesia akan menjadi pangkalan AS. China yang mengklaim Laut China Selatan sebagai milik warisan kesejarahan akan sedikit terganggu dengan sikap Indonesia. Jika serius kerjasama dengan Amerika dapat dibayangkan marahnya China kepada komprador Indonesianya. Entah langkah catur apa yang akan dimainkan. 

Melihat Michael Pompeo yang sedang menandatangani "kesepakatan" di meja dan Menlu RI Retno Marsudi berdiri tertunduk agak prihatin juga. Akhirnya menyerah dan Luhut pun "nyumput".  Teringat dahulu menjelang runtuh Orde Baru, Soeharto Januari 1998 menandatangani pinjaman IMF sementara Michael Camdessus berdiri sambil bersedekap. Gagah dan sukses. 

Investasi AS di bagian terluar kepulauan Natuna menjadi fase awal masuknya kepentingan AS ke kawasan. Dengan dalih pengamanan teritorial Indonesia, AS akan bebas hilir mudik di kepulauan Natuna. Faktualnya adalah optimalisasi fungsi  pangkalan militer AS di area. 

Jokowi yang awal ketar ketir kini justru berposisi terjepit antara dua tekanan AS dan RRC. Ikatan kuat dan matang dengan RRC harus terbentur ultimatum AS. Jika dari awal mengambil jalan konsisten "bebas aktif" mungkin konflik AS-RRC menjadi keuntungan besar bagi Indonesia. Namun kondisi itu kini berbeda.

Pilihan sulit di tengah pandemi dan krisis ekonomi. Kedatangan Pompeo bukan membawa berkah buat Pak Jokowi tetapi simalakama. RRC tidak akan tinggal diam. Daleman Istana sudah diketahui. Jika Istana belok belok dalam bermain mesti ada bayaran. Mungkin mahal. Jokowi bukan semakin kuat, tetapi bisa goyah. 

Ambivalensi selalu kalah di ujungnya dan loyalitas yang diragukan akan dieliminasi. Amerika yang menekan dapat memberi pil pahit bagi rezim. Dulu Michael IMF datang Januari 1998 dan Mei 1998 Soeharto jatuh. Kini Oktober 2020 Michael AS datang entah jatuh atau bertahankah Jokowi. Yang jelas rakyat sudah mulai mendesak. 

Pompeo sukses memainkan panggung diplomasi. Memang langkah kelas dunia. Sekali datang Natuna sudah di tangan. Indonesia dibuat kebingungan menghadapi jasa-jasa investasi dan "debt-trap" RRC. Jokowi bukan figur idealnya AS, Jokowi juga mulai diragukan sebagai figur kuat pengaman kepentingan RRC. 

Jokowi tidak aman. Jokowi tidak mengakar. Kasus RUU HIP dan UU Omnibus Law menempatkan Jokowi berhadapan dengan rakyat dan umat. TNI yang tergerus oleh Polri juga rentan untuk tetap menjadi pilar Jokowi. 

Pompeo belum banyak bergerak tetapi sudah membuat belingsatan. Menusuk pertahanan yang memang dari dulu juga lemah.
Pompeo sukses. Moga pak Jokowi tidak lari ke gorong gorong.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
 

Bandung, 31 Oktober 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi