Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PEMERINTAH BEBAL ? Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

11/2020 adalah Nomor Undang-Undang yang baru ditandatangani Presiden. Akhirnya Pemerintah mengabaikan reaksi publik khususnya buruh dan mahasiswa yang mendesak agar Omnibus Law Cipta Kerja untuk dibatalkan atau sekurang-kurangnya ditunda. 

Tentu sikap "ndableg' atau "bebal" Pemerintah atas suara dan desakan rakyat ini akan menimbulkan gelombang aksi berkelanjutan. Ada pula yang mengambil langkah gugatan hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK) meskipun dengan tingkat optimisme yang rendah. 

Sikap Pemerintahan Jokowi yang memaksakan kehendak ini  merusak asas demokrasi negara Republik Indonesia. Sekurangnya empat aspek demokrasi telah dilabrak, yaitu :

Pertama, demokrasi politik. Asas kedaulatan rakyat yang diinjak-injak. Kebaikan sosiologis sebuah undang-undang yang tidak dipenuhi. Rakyat intens menolak. Pemerintah tidak mendengar apalagi mengabulkan. Aspirasi yang tidak diindahkan dan tidak membuka kompromi dengan rakyat.

Kedua, demokrasi hukum. Asas kedaulatan hukum dilecehkan. Cara pengesahan DPR yang cacat serta proses hukum yang tidak lazim dalam pembuatan UU. Terkesan UU pesanan politik dengan ketergesa-gesaan waktu. Omnibus Law bagai bus yang membawa hukum meluncur ke jurang.

Ketiga, demokrasi ekonomi. Kekuasaan ekonomi kerakyatan atau pemihakan kepada kaum buruh dilindas. Pengusaha dan pemilik modal diutamakan. Lingkungan yang dihancurkan demi korporasi dan investasi. Sistem kapitalisme dibuat semakin mengakar.

Keempat, demokrasi budaya. Budaya kekeluargaan, santun, serta menghargai aspek keagamaan telah dirusak. Pemerintah bertindak keras untuk memproteksi Omnibus  Law. Raksasa buruk muka ini  telah merenggut korban berupa penangkapan aktivis sosial dan keagamaan. 

Omnibus Law adalah wajah dari Pemerintah yang bebal. The government is ignorant. Lucunya untuk kesalahan kebijakan Pemerintah masih saja menyalahkan rakyat atau orang lain atas kebijakannya sendiri sebagaimana ungkapan Keith Dowding dalam buku  "It's The Government, Stupid"--How governments blame citizens for their own policies.

Menurut Dowding tanggung jawab itu seharusnya berada di kaki politisi.

Politisi yang berada di ruang birokrasi maupun parlemen bertanggungjawab atas Omnibus Law yang bikin gaduh bangsa. Politisi inilah yang pantas disebut pengacau atau bahkan teroris. Mereka meneror rakyat dengan fikiran, aturan, alasan, dan ancaman agar rakyat mau menjalankan kebijakan secara sukarela ataupun terpaksa. 

Politisi berkarakter penjajah yang merasa benar sendiri seperti ini yang menjadi prioritas untuk dibasmi. Negara akan berpenyakit kronis jika memelihara virus pembuat pemerintahan menjadi bebal. 

Lampu yang sudah redup hanya dua pilihan untuknya mati atau segera ganti. 

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
 

Bandung, 4 November 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi