Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Bahaya Pintu-Pintu Jebakan Syiah - Bagian Kelima Beranda ANNAS



Disarikan oleh Abu Muas T. dari buku "Bahaya Syiah Terhadap Akidah dan NKRI" yang tidak lama lagi akan diterbitkan oleh penerbit Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS)
 

Tulisan kali ini merupakan lanjutan dari tulisan pada bagian sebelumnya di antaranya tentang dua sebab kesalahan memahami   ajaran syiah, Cinta kepada Rasul dan Ahlul Bait, taqiyah dan taqrib (bagian pertama hingga keempat), serta kini dikupas tentang pintu-pintu jebakan syiah lainnya, salah satunya tentang "Nikah Mut'ah" (Legalisasi zina)

Pintu yang satu ini berpotensi menjadi pintu yang paling efektif dalam menjebak ummat Islam yang awam, karena sejalan dengan sifat dasar manusia yang cenderung sangat mencintai syahwat (QS. Ali Imran, 3:14). Terlebih lagi, karena menurut syiah, nikah mut’ah bukan hanya boleh dalam ajaran mereka, tapi ia merupakan bagian dari masalah agama yang paling penting. Demikian dinyatakan dalam riwayat yang ditulis Fathullah al Kasyani dari Ash-Shadiq: 
“Mut’ah adalah bagian dari agamaku, agama nenek moyangku. Barangsiapa yang mengamalkannya berarti ia mengamalkan agama kami. Barangsiapa yang mengingkarinya, berarti ia mengingkari agama kami, bahkan ia bisa dianggap beragama selain agama kami. Anak yang dilahirkan dari nikah mut’ah lebih utama daripada anak yang dilahirkan melalui istri yang tetap. Orang yang mengingkari nikah mut’ah adalah kafir dan murtad”.

Al Qummi dalam kitabnya, “Man Laa Yahdhuruhu Al Faqih” (salah satu di antara empat kitab shahih syiah) menukil riwayat menyatakan: "Belum sempurna iman seseorang kalau dia belum melaksanakan mut’ah” .
Al Majlisi mengutip satu riwayat bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda: 
“Barangsiapa yang melakukan mut’ah satu kali, maka bebaslah sepertiga tubuhnya dari api neraka. Barangsiapa yang melakukan mut’ah dua kali, maka bebaslah duapertiga tubuhnya dari api neraka. Barangsiapa yang melakukan mut’ah tiga kali maka bebaslah seluruh tubuhnya dari api neraka Jahannam“. Riwayat ini menunjukkan tuduhan yang sangat keji kepada Rasulullah SAW yang dilakukan oleh Al Majlisi.

Khumaini sendiri diriwayatkan pernah melakukan mut’ah dengan anak kecil berusia empat tahun dan bahkan berfatwa: 
“Tidak mengapa melakukan mut’ah dengan bayi yang masih disusui dengan pelukan, himpitan paha (meletakkan kemaluan di antara kedua paha bayi), dan ciuman”. Bayangkan, betapa luar biasanya pintu jebakan yang satu ini bagi ummat Islam yang awam dan atau yang masih lemah keimanannya. Jika dalam Agama Islam, zina dipandang sebagai perbuatan keji (QS. Al Isra, 17:32) dan pelakunya diancam dengan hukuman yang sangat berat, dera seratus kali atau dirajam sampai mati. Sebaliknya,  dalam ajaran syiah, nikah mut’ah yang tidak lain adalah zina malah diyakini sebagai bagian penting dari ibadah dan sekaligus jalan yang memudahkan seseorang untuk masuk surga.

Karenanya logis, jika kemudian tidak sedikit kawula muda yang masih lemah imannya dan sangat dangkal pengetahuannya terhadap Islam memanfaatkan legalisasi seks bebas lewat ajaran syiah. Majalah Tempo (1994) memberitakan nasib sejumlah wanita yang terinfeksi penyakit kelamin akibat mut’ah . Aktifitas mut’ah juga terjadi di Sragen Jawa Tengah, sejumlah santri wanita yang masih berumur belasan tahun dinikah mut’ah oleh ustadznya yang merangkap pimpinan sekte Syiah . Kedaulatan Rakyat (1995) memberitakan korban nikah mut’ah: “Pengurus yang mengaku imam menodai sembilan gadis yang menjadi anggotanya yang kebanyakan masih di bawah umur” .

Jika sekarang dunia dibingungkan dengan penyebaran penyakit kelamin terutama AIDS, maka pelaku nikah mut’ah termasuk donor aktif. Di negara asalnya Iran, terdapat 250.000 anak tanpa ayah. Pada tahun 1990-an, warga negara syiah Iran yang terinfeksi virus AIDS di seluruh negeri sebanyak 5.000 orang” .

Harusnya ummat Islam seawam apa pun tidak patut terperangkap dalam jebakan seperti ini, andaikata masing-masing mau bertanya kepada dirinya sendiri: “Mungkinkah Allah SWT. menurunkan agama yang di antara ajarannya melegalisasikan zina dalam kemasan nikah seperti ini?

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pun telah mengeluarkan Fatwa tentang Nikah Mut’ah.

Terkait Nikah Mut’ah MUI telah mengeluarkan Fatwa tanggal 25 Oktober 1997, dengan pertimbangan:
1.  Bahwa nikah mut’ah akhir-akhir ini mulai banyak dilakukan oleh sementara ummat Islam Indonesia, terutama kalangan pemuda dan mahasiswa.

2.  Bahwa praktek nikah mut’ah tersebut telah menimbulkan keprihatinan, kekhawatiran, dan keresahan bagi para orang tua, ulama, pendidik, tokoh masyarakat, dan ummat Islam Indonesia pada umumnya, serta dipandang sebagai alat propaganda paham syiah di Indonesia.

3.  Bahwa mayoritas ummat Islam Indonesia adalah penganut paham Sunni (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) yang tidak mengakui dan menolak paham syiah secara umum dan ajarannya tentang nikah mut’ah secara khusus.

Atas pertimbangan tersebut di atas, MUI menetapkan fatwa:
1.  Nikah mut’ah hukumnya adalah haram.
2.  Pelaku nikah mut’ah harus dihadapkan ke pengadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jebakan-jebakan syiah lainnya akan diuraikan pada bagian berikutnya.

Tulisan ini disarikan oleh redaksi dari buku berjudul, "Bahaya Syiah Terhadap Akidah dan NKRI" yang tidak lama lagi akan diterbitkan oleh penerbit Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS).

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments

Donasi