Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KEINDAHAN IBADAH SHAUM Oase Iman




Oleh Mei S 

Shaum adalah ibadah yang indah, menarik, menyenangkan dan bermanfaat. Ini perlu dipahami sehingga menumbuhkan motivasi untuk menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, lebih dulu perlu melihat jati diri manusia sebagai obyek shaum. Dalam Al-Quran manusia juga disebut an-nafs yang diciptakan oleh Allah yang punya potensi taqwa dan fujur yang buruk (91:7-8). An-nafs yang beruntung adalah yang mampu menyucikan dirinya sehingga mencapai taqwa (91:9). An nafs ini terdiri dari dua unsur, yakni fisik dan ruh. Fisik manusia berasal dari tanah dan saat meninggal akan dikembalikan lagi ke dalam tanah. Ruh yang suci dihembuskan oleh Allah saat janin di kandungan berusia 120 hari, setelah lahir tinggal bersama fisiknya dan menjalani hidup, ketika meninggal akan kembali kepada-Nya dengan membawa catatan amalnya. 

Untuk menjalani kehidupan an-nafs dibekali dengan tiga infrastruktur jiwa yang merefleksikan kualitas manusia. Yang pertama adalah qalb atau hati yang merefleksikan kebutuhan ruhiyyah. Yang kedua adalah hawanafsu yang merfleksikan pemuasan kebutuhan fisik duniawiyah. Yang ketiga adalah akal sebagi resultan keduanya mempunyai fungsi solutif operasional untuk memenuhi kebutuhan manusia, yang bisa berpihak kepada hati atau hawanafsunya. Kualitas manusia terlihat dari pemikiran akalnya yang senantiasa memenangkan getar rasa di hatinya. Ini ditandai oleh arah kehidupan yang mengutamakan pemenuhan kebutuhan ruhiyah dan istiqomah dilakukan melalui amalnya yang terbimbing oleh nur Ilahi. Adapun hawanafsunya telah tunduk sehingga keinginan fisik duniawinya hanya untuk membantu gerak hatinya untuk menuju ridlo-Nya. 

Alqur’an menyebutkan secara eksplisit tiga kualitas an-nafs jiwa manusia. Pertama adalah dengan sebutan an-nafsul amarah bi su’i yaitu jiwa manusia yang dikuasai oleh hawanfsunya sehingga cenderung kepada amal yang buruk (Qs 12:53). Kedua adalah an-nafsul lawwamah yakni kualitas jiwa yang labil, belum mencapai kapasitas terbaiknya sehingga menyesali amal perbuatannya (Qs 75:2). Yang ketiga adalah an-nafsul muthma’inah, yakni jiwa yang sudah mantab, tenang sebagai tanda kemapanan taqwanya, mereka adalah calon penghuni surga (Qs 89:27-30). Semua bentuk ibadah, termasuk shaum bertujuan mengubah kualitas an-nafsul amarah bi su’i dan lawwamah menuju al muthmainah. 

Ibadah shaum dalam prosesnya memenangkan fungsi hati membutuhkan kualitas prasyarat sebagai masukan (in-put), yakni beriman, adapun luaran (out-put) shaumnya adalah peningkatan statusnya menjadi orang yang bertaqwa (Qs 2:183). Orang beriman adalah orang yang membenarkan keberadaan Allah dan keagungan Sifat-Sifat-Nya serta ridlo menjalani syariat-Nya. Lebih detail karakternya disebutkan dalam surat Al Anfal: ‘Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Rabb-nya mereka bertawakkal’ (Qs 8:2). Untuk itu sebelum pelaksanaan shaum sebaiknya setiap diri perlu memantabkan imannya sesuai dengan ciri-ciri tersebut. Bila shaumnya berhasil maka kualitas luarannya, orang bertaqwa adalah identik dengan al-birr yakni mempunyai karakter kebaikan menyeluruh dalam iman, amal shalih dan ahlaknya (Qs 2:177).

Proses shaum prinsipnya adalah untuk melemahkan hawanfasu yang mempunyai sifat hewani, sebagai pintu masuk setan. Akibat pengaruh setan itulah manusia bisa terjerumus pada perbuatan dosa, sehingga membuat hatinya terkotori oleh rona, yakni noda penghalang bagi masuknya nur Ilahi (Qs 83:14). Mekanismenya dinyatakan oleh Rasulullah ﷺ bahwa shaum adalah perisai (HR Buhari). Shaum yang benar akan membentengi pintu hawa nafsu dari masuknya godaan setan sekaligus membersihkan hati dari rona dosa, yang bila istiqomah dilakukan akan membuat hati  semakin cemerlang.

Shaum juga merupakan ibadah hati yang menguatkan hubungan setiap diri secara langsung dengan Allah. ‘Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali shaum, ia hanyalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberi ganjaran langsung kepadanya’ (HR Buhari). Sifat Kesucian dan Keagungan serta Keperkasaan-Nya yang tercermin dalam Asmaul Husna, tentu hanya akan menerima jiwa yang suci untuk berhubungan dengan-Nya. Setiap diri perlu introspeksi untuk segera menghilangkan sifat-sifat buruknya agar Allah ridlo terhadap shaum yang akan dipersembahkan kepada-Nya. Dengan jiwa shaum seperti inilah maka setiap diri akan merdeka, tebebas dari pengaruh setan baik dari golongan jin dan manusia yang maujud sebagai teman, pimpinan maupun pengusaha yang membawa rayuan harta serta nikmat dunia lainnya. 

Shaum yang benar akan memperoleh ampunan atas dosanya yang lalu. Ini sesuai sabda Rasulullahﷺ: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR Buhari-Muslim). Kemudian kualitas shaum di siang hari dikuatkan lagi dengan ibadah malam, sholat tarawih selama Ramadhan. ‘Barangsiapa yang menegakkan shalat malam di malam-malam Ramadhan dengan dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu’ (HR Muslim). Untuk itulah, kembali introspeksi diri perlu dilakukan, barangkali tahun ini adalah shaum terakhir kita, marilah mulai sekarang kita jauhi semua keburukan. Hanya dengan langkah pembersihan diri masing-masing maka setiap diri, keluarga dan negara menjadi sejahtera sehingga kita semua wafat dalam keadaan husnul Khotimah. Aamiin.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments