Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

TANGKAP DAN TAHAN TERSANGKA KM 50 Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Walaupun belum memuaskan publik tiga personil anggota Polda Metro Jaya telah ditetapkan sebagai Tersangka. Sayang satu diantaranya dinyatakan meninggal bulan Januari 2021. Belum diumumkan nama-nama sudah ada yang meninggal, lucu  dan seperti main-main saja. Yang bisa diduga tersangka dimaksud adalah Ipda Elwira, Briptu Fikri Ramdhani, dan Ipda Yusmin. 

Jika itu yang dimaksud maka dua orang yang "tersisa" yakni Briptu Fikri dan Ipda Yusmin hendaknya segera ditangkap dan ditahan. Hal ini agar kelak tidak ada peluang salah satu atau keduanya kabur dan menghilang sebagaimana Harun Masiku. Atau ada yang berbuat jahat dengan "menghilangkannya" demi memutuskan mata rantai keterlibatan aparat lain atau atasan. 

Sebenarnya Komnas HAM pernah menyebut 4 (empat) orang penembak itu. 

"Berdasarkan keterangan tersebut, petugas Kepolisian yang melakukan penembakan adalah Faisal, Yusmin, Fikri, dan Elwira". Atas dasar ini sebenarnya yang harus dinaikkan statusnya sebagai tersangka adalah keempat orang tersebut, bukan tiga orang.

Dalam perbuatan pidana mereka yang dapat dijerat sebagai pelaku kejahatan tentu bukan semata penembak selaku pelaku (pleger) tetapi juga yang turut serta (medepleger), yang membantu (medeplichtige) dan  yang memerintahkan (doenpleger). Karenanya patut diduga tersangka kasus Km 50 ini semestinya dapat berkembang. Atasan  yang memerintahkan dan atau  memimpin operasi haruslah diseret sebagai pelaku kejahatan bersama (deelneming).

Tiga hal mendesak yang mesti dilakukan penyidik, yaitu :

Pertama, menangkap dan menahan para tersangka. Perbuatan yang disangkakan memenuhi unsur Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) dapat dilakukan penahanan.

Kedua, mengingat tahap pertama  tersangka adalah aparat kepolisian Polda Metro Jaya, maka Kapolda Fadil Imran harus diberhentikan atau sekurangnya dinon-aktifkan.

Ketiga, memburu calon  tersangka lain yang bukan instansi Kepolisian, penumpang mobil   B 1739 PWQ dan B 1278 KJD sesuai rekomendasi Komnas HAM yang meminta agar dilakukan "penegakkan hukum terhadap orang-orang yang terdapat dalam mobil Avanza hitam B 1739 PWQ dan Avanza silver B 1278 KJD".

Pembunuhan enam anggota laskar FPI adalah kejahatan kemanusiaan yang merupakan pelanggaran HAM berat, tidak bisa begitu saja selesai dengan cara mengorbankan aparat di lapangan. Para petinggi yang terlibat harus ikut bertanggungjawab. Mereka pun adalah penjahat, bahkan penjahat sejati.

*) Pemerhati Politik dan Hukum
 

Bandung,  9 April 2021

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi