Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

Jeritan Sopir Pejuang Nafkah Keluarga Nasional


 

Oleh: Abu Muas T. (Pemerhati Masalah Sosial)

Seiring dengan larangan mudik jilid II jelang Idul Fitri tahun ini, beredar viral di jagad media sosial video tiktok berdurasi tidak kurang dari tiga menit judulnya bertuliskan Jeritan Sopir di Indramayu.

Dalam tayangan videonya, sang sopir setelah mengucapkan salam, kemudian dia menyapa dengan sapaan: "Wahai para penguasa negeri ini. Kami sopir angkutan umum" memohon di antaranya kepada Bapak Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati, dan Bapak-Bapak yang duduk di kursi MPR dan DPR, serta semua yang menjadi penguasa di negeri ini
 
Terlihat sang sopir duduk di belakang kemudinya sambil menyampaikan pertanyaan: "Apakah kalian sudah berfikir ulang dengan menutup pintu keluar-masuk provinsi yang secara tidak langsung membunuh mata pencaharian kami?". Pertanyaan ini tentu tertuju kepada para bapak yang telah disebutkan.

Setelah mempertanyakan kepada bapak-bapak yang berkompeten, kemudian sang sopir menyampaikan jeritan hatinya dengan mengatakan: "Jangan biarkan anak-anak kami menangis pilu pada saat anak-anak kalian tertawa gembira. Jangan biarkan kami kelaparan pada saat kalian terlelap tidur karena kekenyangan".

Lebih lanjut sang sopir mempertanyakan, "Kenapa harus kami yang dikorbankan, kenapa harus kami yang dikorbankan dari ketakutan kalian yang sama sekali tidak kami takuti. Yang kami takuti apabila anak dan istri mati kelaparan karena tidak makan, pak. Siapa yang mau bertanggung jawab, padahal kalian khan beragama, dan Allah memerintahkan kami untuk bekerja mencari nafkah, itu yang harus saya pertanggung jawabkan di akhirat nanti.

Masih juga sang sopir mempertanyakan: "Kenapa kami harus selalu dihadapkan dengan aparat hukum, dibentak, dihardik seakan kami ini adalah teroris, kami ini adalah pejuang dan pahlawan dari keluarga kecil kami, pak. Pada saat kalian berbagi THR, kami hanya bisa berkata, apakah esok hari anak-anak kami dapat makan? Apakah kalian pernah merasakan pada saat semua orang tidur nyenyak, ada seorang sopir yang terbangun dan bekerja menafkahi anak dan keluarga demi memberi kehidupan yang layak untuk anak dan istrinya?

Di bagian akhir tayangan videonya, sang sopir masih mempertanyakan sekaligus berharap: Apakah ada cara lain yang bijak tidak membunuh mata pencaharian kami? Berilah aturan yang adil buat kami, narasi ini diulang dua kali oleh sang sopir yang tentunya dia berharap ada kebijakan yang lebih adil.

Pada bagian penutup sebelum mengucapkan salam penutup, sang sopir masih berbaik hati dengan berharap: "Semoga bapak-bapak yang menjadi penguasa mendapatkan hidayah". Sungguh doa dan harapan yang mulia, karena kita tahu betapa mahal harga sebuah hidayah bagi seseorang yang mau membukakan pintu hatinya untuk mau peduli akan jeritan dan rintihan kaum yang lemah. Semangat pejuang nafkah keluarga.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Tardjono Abu Muas
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


 



Comments

Donasi