Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

BERPIKIR BEBAS, KEBENARAN BISA TERLEPAS Nasional


 

Mei Sutrisno

Akhir-akhir ini ada orang yang mengaku muslim tapi berbicara dan berpikir liberal, bebas tanpa batas. Padahal manusia punya kemampuan sangat terbatas, maka barangsiapa berpikir bebas kebenaran bisa terlepas. Allah adalah Maha-Rahman dan Pemberi hidayah, maka berpikirlah dalam naungan iman.

Empat konsep penting bagi manusia dalam berpikir agar selamat di dunia dan akhirat

Konsep Pertama, adanya kesadaran bahwa manusia bukanlah mahluk yang diciptakan untuk hidup bebas tanpa batas. Sebaliknya kehidupan manusia senantiasa terikat dengan hukum Allah yang disampaikan dalam kitabullah dengan penjelasan dan teladan para rasul-Nya.  Manusia dilarang menyampaikan sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentangnya, semua amal akan dipertanggungjawabkan (Qs 17:36). Dalam perjalanan sejarah, banyak penduduk negeri mendapat azab yang keras karena mendurhakai perintah Allah dan rasul-rasul-Nya; mereka adalah orang-orang yang rugi (Qs 65:8-9). 

Konsep Kedua, manusia hendaknya menggunakan metoda berpikir ulul albab. ‘Maka bertakwalah, hai ulul albab yaitu orang yang beriman.  Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu. (Melalui) seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) kepadamu supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh dari kegelapan kepada cahaya’ (Qs: 65:8-11).  Ulul bermakna pemilik. Adapun albab dari kata al-labab yang artinya adalah bagian dada hewan tunggangan yang diikat ke pelana agar tidak lepas sehingga tetap bersama pemilik yang mengendalikannya. Asal kata lainnya adalah al-lubb yang artinya inti dari segala sesuatu. Jadi pemikiran akal itu perlu diikatkan kepada inti sari hukum kehidupan, yakni aqidah. Kemudian dilanjutkan dengan pemahaman lebih detail dari ayat-ayat Allah lainnya. Dengan cara seperti itu pemikiran ulul albab senantiasa terkendali oleh aqidah, yakni tauhid sebagai inti iman. Luarannya adalah pencerahan yang membentuk taqwa, terrefleksi dalam iman dan amal sholeh. Kehidupan mereka seperti bergerak dari kondisi gelap menuju terang.

Konsep Ketiga, adalah mensyukuri nikmat akal dengan menggunakannya secara benar. Imam Ibnu Qoyyim mengatakan bahwa terdapat dua macam akal. Akal pertama hanya berupa kemampuan dasar yang perlu diisi dengan akal kedua, yakni ilmu sebagai obyek pemikiran. Ilmu yang terkait dengan obyek ego sentris mempunyai kualitas rendah. Kualitas pemikiran akan semakin tinggi bila obyeknya berkualitas dan cakupannya semakin luas. Puncaknya adalah kemampuan berpikir sehingga mengenal Allah melalui ciptaan-Nya di seantero alam semesta, yang tak lain adalah ayat-ayat kauniyyah-Nya. Semua elemen ciptaan-Nya mempunyai kemanfaatan yang terangkai dalam suatu system tanpa cela yang menggambarkan ke-Mahabesaran-Nya (Qs 3:190). Manusia ulil albab dalam setiap penyaksiannya adalah refleksi pemikirannya, sehingga egonya pun hilang karena melihat kehadiran-Nya dalam ke-Mahabesaran-Nya. Oleh sebab itu manusia ulul albab senantiasa mengingat-Nya dalam keadaan apapun dan di manapun ia berada (Qs 3:191).

Keempat, menghilangkan godaan pengaruh eksternal yang mengotori pemikiran. Manusia hidup dalam persaingan sehingga masing-masing kelompok seperti berlomba dengan kelompok lain untuk mencapai kebaikan akhiratnya (Qs 2:148). Orang beriman dilarang menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai aulya baik sebagai pemimpin, pelindung atau teman akrab yang tak ada rahasia antar mereka. Larangan ini sangat beralasan karena sebagai aulya mereka akan mempengaruhi pemikiran. Terminologi Yahudi dan Nasrani bisa bermakna sifat dari pihak yang mempunyai keinginan melemahkan ummat Islam. Kekayaan dan kekuasaan mereka menggoda orang yang mempunyai penyakit hati, yakni sifat kemunafikan, justru menjadikan mereka sebagai aulyanya karena takut kehilangan peluang nikmat duniawi. Itulah sikap yang rendah. Ketika Allah menjadikan ummat Islam berjaya, usaha orang munafik ini pun sia-sia sehingga mereka malu karena kemunafikan mereka terbuka (Qs 5:51-53). Mereka rugi pada kehidupan di dunia dan akhiratnya. 

Itulah empat pokok yang perlu dipersiapkan seorang muslim dalam berpikir menggunakan akalnya sehingga membentuk iman dan amal sholih di sepanjang hidupnya. Bila mayoritas ummat Islam mampu menjalaninya maka Islam akan semakin memancarkan nilai-nilai luhurnya. Semoga Allah memudahkan mayoritas ummat Islam untuk menjalaninya dan bagi yang tersalah agar segera sadar untuk kembali ke jalan kebenaran. Aamiin.

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi