Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

PILIH AGAMA ATAU PANCASILA ? Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Ketua KPK Firli Bahuri gelisah dan kesulitan ketika ditanya oleh Aiman Witjaksono dalam acara Aiman di Kompas TV saat  harus memilih antara Agama atau Pancasila ?Awalnya ia keberatan untuk menjawab namun karena "terdesak" maka jawabannya ternyata bukan memilih melainkan menjelaskan bahwa Pancasila itu satu garis  tegak lurus dengan Agama. Ketika Aiman mengingatkan bahwa yang terjadi saat test wawasan kebangsaan pegawai KPK adalah harus memilih, maka Firli Bahuri tak bersedia menjawab. Ia pun hanya menyatakan bahwa dirinya pernah menerima pertanyaan yang  sama saat test dan akhirnya lolos. 

Entah test apa, serupakah itu dengan keharusan memilih  Agama dan Pancasila ? Atau sekedar pandangan mengenai Agama dan Pancasila ? Firli sendiri kerepotan harus memilih Pancasila atau Agama, sebab akan bagai makan buah simalakama. Jika jawab Agama maka capnya bisa anti Pancasila, bila menjawab Pancasila sama saja dengan menafikan keyakinan Agama. Artinya rusak keimanan. 

Jika Ketua KPK saja tak mampu menjawab, maka dipastikan peserta test wawasan kebangsaan pegawai KPK pun akan sama  kesulitan untuk menjawab. Dan itu dapat menyebabkan ia atau mereka "tidak lolos". Pertanyaan model ini yang antara lain menjadi perhatian Komnas HAM saat menerima pengaduan 75 pegawai KPK yang tidak lolos. 

Pertanyaan Agama atau Pancasila tendensinya adalah agar memilih Pancasila. Tapi ini pertanyaan gaya komunis yang ingin mengecilkan arti agama. Persis seperti DN Aidit yang membuat buku "Membela Pancasila" tahun 1964 dimana faham komunisme Aidit adalah membenci Agama. Agama merupakan candu yang harus diberantas. 

Pertanyaan tendensius seperti ini juga menjadi model proses "brain washing" di lingkungan pendidikan negara China, termasuk di "Kamp Pendidikan Ulang" Xinjiang untuk mengkomuniskan satu juta Muslim Uyghur. Dulu juga Tentara Khmer Merah pimpinan Pol Pot memaksakan penghafalan kategori-kategori kepada penduduk Kamboja agar "bersih faham dan fikiran" selain komunisme. 

Pertanyaan bebas moral lain seperti LGBT, pacaran, hasrat seksual yang juga tak relevan dengan pemberantasan korupsi berpadu dengan anti gerakan keagamaan FPI, HTI, serta kacau dan pencampuradukkan faham keagamaan seperti soal qunut, ucapan natal dan donor darah agama lain. Betapa picik dan tendensiusnya konten TWK untuk pegawai KPK tersebut. 

Firli dan pimpinan KPK lain mangkir dua kali atas pemanggilan Komnas HAM. Sangat diduga kuat terjadi pelanggaran HAM dalam kasus ini. KPK bukan menjadi lembaga pemberantas korupsi tetapi pemberantas agama dan nilai-nilai moral. Adakah komunisme menyusup ke lembaga anti ruswah ini ? 

Firli harus bertanggungjawab sebagai pimpinan KPK. Dengan sandaran moral, agama, dan Pancasila maka adanya kasus TWK yang telah dinilai negatif oleh publik dan terjadi pemeriksaan oleh Komnas HAM maka sudah sangat layak sebagai awal langkah pelajaran berharga adalah bahwa Komjen Pol Firli Bahuri harus segera dipecat.

KPK melemah dan terus menjadi obyek pengkritisan publik di bawah kepemimpinan Firli Bahuri. Adakah pengangkatan Firli itu menjadi bagian dari misi penyusupan untuk penghancuran ?  Atau memang Firli adalah figur lemah yang dihancurkan oleh kepentingan pihak ketiga yaitu  taipan, kelompok pro koruptor, atau istana sendiri ?

Ketika pertanyaan itu adalah pilih Agama atau Pancasila, maka politik jebakan dan jeratan telah dilakukan. Agama dibenturkan dengan Pancasila. Bukan saja picik tetapi a-historis serta mencurigai Agama sebagai perusak bangsa dan negara. Jika demikian maka wajar jika ada penilaian bahwa saat ini komunisme memang telah berhasil menyusup ke ruang keuasaan. Elit kekuasaan menjadi pendukung atau pejuang kebangkitan komunisme di Indonesia. KPK pun turut tercemar.

Agama atau Pancasila ? Jawablah Komunis,  niscaya mereka akan bahagia.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
 

Bandung, 16 Juni 2021

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments

Donasi