ABU NEW-WAS DAN PENCITRAAN ISTANA Nasional

Mei Sutrisno
Abu New-was prihatin di abad informasi ini banyak pencitraan dibuat orang untuk berbagai kepentingan. Ada pencitraan diri meningkatkan popularitasnya, ada yang menjelek-jelekkankan lawan agar orang lain ikut memusuhinya, ada pula mempublikasi bahaya kemudian menjual barang penanggulangannya. Pencitraan telah menjadi alat untuk menyedot perhatian publik untuk kepentingan dagang maupun politik.
Abu New-was kali ini berurusan dengan pencitraan istana. Punggawa istana merancang lomba balap kuda yang akan diikuti oleh Raja. Ini untuk pencitraan agar Raja tampak seperti pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Namun sesungguhnya ini adalah skenario untuk menutupi kurangnya kinerja Raja yang tidak mampu memenuhi janjinya dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya. Teori pencitraan ini adalah membesar-besarkan kebaikan sepele yang dianggap menyenangkan rakyat untuk menutupi kegagalan Raja menjalankan tugasnya.
Pada hari H, rakyat diundang menyaksikan di sepanjang route lomba sebagai etalse panggung pencitraan Raja, terutama saat victory lapnya. Punggawa istana menyiapkan kuda istimewa untuk Raja sebagai strategi pemenangan sang baginda. Abu New-was mengikuti lomba mewakili rakyat jelata dengan menggunakan kuda tunggang hiburan anak-anak di kampungnya. Skenario panitya memang tak ada klasifikasi kuda. Sebelum mulai, karena hari mendung Abu New-was mengusulkan tambahan kriteria, yaitu ketika sampai di garis finish baju peserta lomba tidak boleh basah. Rakyat bersorak ramai mendukungnya, agar lomba semakin meriah. Banyaknya dukungan membuat para juri pun menyetujui.
Start dimulai, Raja dan peserta lainnya memacu kudanya. Namun kuda Abu New-was berlari apa adanya. Bahkan ia membuka bajunya, dilambai-lambaikan kepada anak-anak yang menyambutnya. Ternyata hujan pun turun di tengah lomba. Semua peserta lomba berteduh agar bajunya tidak basah, kecuali Abu New-was, ia melipat bajunya dan disimpan di kantong plastik yang sudah disiapkannya. Ia terus memacu kudanya hingga di belakang garis finish yang tinggal satu langkah, ia berhenti menunggu hujan reda. Akhirnya ia masuk finish di awal dengan wajah cerah sambil melambai-lambaikan bajunya, hanya celananya saja yang basah. Lama setelah itu Raja masuk finish di urutan kedua. Dalam keputusan, juri mendiskualifikasi Abu New-was karena celananya basah. Tapi rakyat menuntut kemenangannya, karena celana tidak termasuk dalam kiteria. Akhirnya juri memutuskan juara bersama.
Victory lap dilakukan berdua, Raja dengan baju kebesarannya. Adapun Abu New-was hanya bertelanjang dada namun mendapat sambutan jauh lebih meriah daripada Raja. Rakyat telah bersatu mendukung pemimpin rakyat walau tidak menjabat. Dalam wawancara Abu New-was dengan tegas ia berkata: ‘Lomba hari ini adalah ungkapan expresi rakyat yang sebenarnya, mereka melawan kecongkakan istana yang terus menutup aspirasi dan hak rakyatnya’. Ancungan jempol kepada para juri, ciri intelektual yang berani mengganti skenario kebohongan dengan kebenaran sejati. Itulah kritik untuk para anggota parlemen yang kurang mewakili kepentingan rakyatnya, dan hanya tunduk kepada keputusan istana.
Rakyat sudah jengah dengan pengaruh oligarkhi politisi dan pedagang yang bersembunyi di balik layar, tapi mendikte arah kebijakan negara untuk kepentingan kelompok mereka. Semoga Allah segera menghadirkan pemimpin dan anggota parleman yang berahlak mulya, cerdas dan jujur tak ingkar janji serta tak silau oleh bujuk gemerlap dunia. Aamiin.
*********************************************************************
Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION
Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)
Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)
Hubungi Hot Line Kami
Di 081 12345 741
Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30
#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
#ANNASINDONESIA
Dikutip dari : -
Penulis : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share. Lets change the world together saudaraku !...


820 
Comments