Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

GENERASI PILIHAN Beranda ANNAS


 

Oleh :  K.H. Athian Ali M. Da'i, Lc.,M.A.

Berbicara masalah "murtad" tentu saja yang dimaksud bukan hanya sebatas mereka yang secara tegas menanggalkan baju keimanan lalu memakai baju kafir, tapi juga berlaku bagi mereka yang mengenakan  baju mu’min namun telah gugur keimanannya di mata Alloh SWT.

Termasuk di antaranya mereka yang kendati tetap teguh meng-"esa"-kan Alloh SWT dari segi Dzat dan Sifat-Sifat-Nya, namun gugur keimanannya karena tidak meng-"esa"-kan Alloh SWT dari syariat-Nya. Seperti  gugurnya keimanan iblis selama 80.000 tahun hanya karena "kufur" menolak  -  terhadap perintah Alloh   untuk sujud kepada Adam. Dimana menurut logika sesatnya iblis, seharusnya Adam as yang diciptakan dari tanah yang semestinya sujud kepada iblis yang diciptakan dari bahan yang lebih mulia yakni api (Q.S. Al A'raaf : 12, Shaad : 76)

Jika iblis yang "kufur"- menolak  - hanya terhadap  satu dari syariat Alloh SWT sudah menyebabkan gugurnya keimanan bahkan berujung dengan laknat  Alloh SWT, lantas bagaimana  dengan mereka yang mengaku mu'min namun kufur terhadap sekian aturan dan hukum Alloh SWT? Bahkan bukan hanya sekedar menolak tapi juga menuduh sebagian dari syariat Alloh SWT tidak manusiawi, kejam, sudah tidak relevan dengan zaman dan sejumlah alasan ngawur dengan logika sesat lainnya. Tidakkah mereka sesungguhnya jauh lebih kufur dari iblis? Atau bahkan lebih iblis dari iblis?

Banyaknya mereka yang telah murtad, tentu saja tidak  harus membuat orang- orang mu'min menjadi  pesimis melihat masa depan, karena Alloh SWT  menjanjikan jika situasi tersebut terjadi, maka Alloh SWT akan mendatangkan   generasi  baru, yang dalam QS. Al Maidah : 54, disebutkan lima kriteria dari generasi pilihan Alloh tersebut :

Pertama : Dicintai Alloh SWT karena mereka sangat mencintai semua yang dicintai oleh Allah dan  membenci semua yang dibenci oleh Alloh SWT.

Kedua:  Bersikap rendah hati dan lemah lembut terhadap  saudaranya sesama mu'min. 

Ketiga : Bersikap keras atau tegas terhadap orang-orang  kafir. Dengan kata lain, generasi yang dijanjikan adalah generasi yang dibangun atas dasar ikatan  persaudaraan sesama  mu'min (Q.S Al Hujuraat : 10) yang diwujudkan di satu sisi dalam bentuk mencintai saudaranya sesama mu'min seperti cinta dia pada dirinya sendiri (HR. Bukhari), sementara di lain sisi "Asyidda-u 'alal kuffar" (keras dan  tegas) terhadap orang-orang kafir ( QS. Al Fath : 29 ). Bukan malah sebaliknya, bersikap lemah lembut terhadap  kaum kuffar, tapi keras bahkan memusuhi saudaranya sesama mu'min.

Keempat: Siap berjihad di jalan Alloh. Jihad dalam  pengertian upaya yang sungguh-sungguh  memanfaatkan secara optimal semua potensi yang Alloh SWT berikan untuk menggapai ridho Alloh SWT sesuai dengan syariat-Nya. Termasuk "jihad yang
paling utama ialah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim" (HR. Abu Daud, Tirmidzi, lbnu Majah)

Kelima: Tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela. Senantiasa istiqomah berjuang  menegakkan kebenaran 
ilahi dan siap menghadapi resiko dari mereka yang merasa terusik kenyamanan hidupnya karena sedang asik berkubang dengan kemaksiatan.

Semoga generasi yang dijanjikan Alloh SWT tersebut segera terwujud dan kita termasuk di dalamnya.

*Ketum Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI)
Ketum ANNAS Pusat.


 

*********************************************************************

 


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments

Donasi