MELAWAN KEMUNAFIKAN, MENEGAKKAN KEBENARAN Nasional

Mei Sutrisno Ph.D
Kemunafikan adalah ancaman yang acapkali muncul di lingkungan ummat Islam. Keberadaannya bisa menimbulkan perpecahan sehingga harus dihilangkan. Ukhuwah adalah kekuatan yang mampu menghalau kemunafikan melalui tiga tahap, yakni kesadaran pribadi agar tidak terlibat di dalamnya, meredam pengaruh keberadaannya, dan bertindak tegas terhadap pelakunya.
Tahap (1) Kesadaran Pribadi: Setiap pribadi ummat Islam harus berusaha sekuat tenaga agar terhindar dari ancaman penyakit nifaq yang membahayakan. Sangat berbahaya karena susungguhnya kemunafikan itu menyebabkan kekafiran, kemudian meninggalkan iman, maka hatinya dikunci sehingga tidak lagi memahami kebenaran (Qs 63:3). Tiga ciri umum kemunafikan, yakni ingkar janji, dusta dalam ucapan, dan khianat bila diberi amanah. Satu ciri lainnya adalah berbuat zalim bila berselisih, dan bila keempatnya bersatu itulah ciri lengkap kemunafikan (sahihain dan HR. Muslim). Bila kemewahan dunia telah marak sebagai ukuran keberhasilan, maka akibat lemahnya iman seseorang bisa terperosok kepada kemunafikan bila ada kesempatan yang menguntungkan atau ada pengacau yang menyediakan sejumlah imbalan. Untuk itu setiap diri perlu mempertebal keimanan dan diiringi dengan saling mengingatkan akan kebenaran dan kesabaran (Qs 103:1-3).
Tahap (2) meredam pengaruh kemunafikan yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Pelajaran ini bisa diambil dari kericuhan usai perang Bani Musthaliq. Zaid bin Arqam lapor kepada Rasulullah SAW tentang ucapan tokoh munafik Abdullah bin Ubay yang berusaha memecah belah persaudaraan kaum Muhajirin dan Anshar. Ketika dipanggil oleh Rasulullah SAW, Ubay membantah melakukannya dengan bersumpah, bahkan berbalik menuduh Zaid tidak mengerti ucapannya (HR. Buhari). Akhirnya masalah menjadi jernih dengan turunnya wahyu yang memberitakan kebohongan Abdullah bin Ubay dan membenarkan Zaid (Qs 63:1). Untuk meredam pertikaian, Rasulullah SAW segera mengajak kaum muslimin kembali ke Madinah walau dalam keadaan lelah. Sesampai di Madinah, karena sudah lelah mereka langsung pulang ke rumah tanpa memperpanjang masalah. Pelajaran dari peristiwa ini, bahwa kebohongan yang ada harus diluruskan dengan kebenaran. Selanjutnya, tidak gegabah dengan cepat menghukum mereka, karena identitas mereka memang tidak nyata. Sebagai gantinya adalah dengan memperlemah gerak kemunafikannya. Dengan bijaksana Rasulullah SAW memberikan daftar orang munafik kepada Huzaifah bin Yaman tetapi tidak untuk disebarkan, sehingga membuat semua pihak mawas diri dan lebih berhati-hati dalam ucapan dan tindakan.
Tahap (3): bertindak tegas terhadap pelaku kemunafikan. Perintah ini langsung dari Allah: “Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. (QS 9:73). Sejak diturunkan ayat ini orang munafik diperlakukan secara tegas dengan teguran yang keras, sehingga membuat mereka ketakutan. Bagi mereka yang sadar Rasulullah SAW mema’afkan. Adapun terhadap suku Bani Qunaiqa, Bani Nadhir dan Bani Quraizah yang jelas melanggar Piagam Madinah, mereka diusir sesuai isi perjanjian. Tindakan tegas kaum muslimin ini seiring dengan menguatnya ukhuwah dan kekuatan politik ummat Islam untuk menegakkan kebenaran.
Lebih dari itu, ummat Islam juga perlu mencermati sebuah hadits dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang tahun-tahun penuh kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhah turut bicara.” Lalu beliau ditanya, “Apakah al-ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab, “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum” (HR Ibnu Majah). Saat ini, tanda-tanda berlakunya hadits sudah mulai terasa. Namun, Indonesia dengan jumlah ummat Islam mayoritas mempunyai kemampuan besar untuk menjauhkan terjadinya fenomena yang digambarkan pada hadits itu melalui kekuatan ukhuwah Islamiyyah dan wathoniyyah dengan dasar Pancasila. Semoga Allah segera membangkitkan kesadaran ukhuwah ummat Islam untuk menghilangkan kemunafikan sehingga kebenaran dan keadilan senantiasa tegak di Bumi Pertiwi. Aamiin.
*********************************************************************
Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION
Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)
Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)
Hubungi Hot Line Kami
Di 081 12345 741
Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30
#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation
#ANNASINDONESIA
Dikutip dari : -
Penulis : Ir. Mei Sutrisno, M.Sc, Ph.D.
Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share. Lets change the world together saudaraku !...


854 
Comments