Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

MEMAHAMI IJTIMA ULAMA IV Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Ijtima Ulama IV yang baru saja diadakan terlihat cukup penting sebagai bagian gumpalan perjuangan umat Islam. Walaupun disadari tidak diikuti oleh semua elemen dan tokoh umat Islam akan tetapi sebagai tahapan dan artikulasi perasaan politik sebagian umat Islam dirasakan mepresentasi. Momentum awalnya adalah kasus penodaan agama Ahok lalu berlanjut pada Pilpres yang dinilai curang dan gonjang ganjing "kemenangan" yang kontroversial. 

Ada empat hal penting sebagai substansi putusan Ijtima Ulama IV, yaitu :

Pertama, penolakan hasil pemilu yang dinilai curang termasuk hasil peradilan yang tidak memenuhi rasa keadilan. Pelanggaran HAM pasca pemilu perlu investigasi lanjutan. 

Kedua, penolakan berbagai penodaan agama dan pengembangan faham komunisme dan marxisme. Juga persekusi dan kriminalisasi ulama dan tokoh umat.

Ketiga, menolak liberalisme dan kapitalisme serta penjualan aset kepada asing dan aseng.

Keempat, memperjuangkan NKRI bersyari'ah berdasarkan Pancasila. Ayat suci di atas ayat Konstitusi. 

Substansi pertama hingga ketiga memang yang selama ini dirasakan oleh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kecurangan, ketidakadilan, dan penggerusan kedaulatan. Masalah ini harus terus didengungkan karena mengancam kedamaian dan merendahkan legitimasi pemimpin negeri. Apalagi di era penguatan pengaruh global dibutuhkan pemimpin nasional yang mandiri dan wibawa. Bukan boneka. 

Pada aspek keempat cukup menarik "NKRI bersyariah berdasarkan Pancasila". Tiga catatan untuk ini, yaitu :

Pertama, mengingatkan bahwa syari'ah itu inheren dengan NKRI. Sebagaimana diketahui  politik hukum negara Indonesia menegaskan bahwa syari'ah itu menjadi salah satu sumber hukum di samping hukum adat dan hukum barat.

Kedua, syari'ah tidak bertentangan dengan Pancasila bahkan dapat menguatkan. Syariah adalah bagian dari agama Islam sementara Pancasila memberi kebebasan pelaksanaan agama. Sila-sila Pancasila sejalan dengan "maqashid al syari'ah". Tidak antagonistik.

Ketiga, semangat bersyari'ah ini merupakan benteng pertahanan umat untuk melawan berkembangnya faham komunisme, sekularisme, dan faham sesat lainnya. Penyerangan terhadap sisi sosial politik keumatan berkonsekuensi pada pembelaan agama dan syari'atnya.

Dari sisi ideologi Ijtima Ulama mengingatkan bahwa Pancasila justru terancam oleh kemunduran pemahaman Ketuhanan Yang Maha Esa yang digeser oleh faham kebangsaan sempit. Mereka yang taat pada Tuhan Yang Maha Esa  dipredikatkan fanatis dan radikalis. Sementara yang memisahkan agama dari kehidupan sosial politik itu yang dianggap benar. Berbangsa dengan moderat sebutannya.
Untuk itulah muncul slogan baru "NKRI bersyariah berdasarkan Pancasila". Menarik memang. 
Wallahu a'lam. 

*) Pengamat Politik
 

7 Agustus 2019


Note ;

Hasil Keputusan Ijtima Ulama IV 

https://www.annasindonesia.com/download/getfile/1565145063032/keputusan-ijtima-ulama-iv



 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments