Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

DPR RI mewakili SIAPA? Nasional


 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah  mengeluarkan maklumat penolakan RUU HIP.  PP Muhammadiyah telah pula menyatakan tekadnya untuk mengawal RUU tersebut dengan menyiapkan tim “jihad konstitusi” yang diketua Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Nahdlatul Ulama lewat Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mewanti-wanti agar DPR tak tergesa-gesa membahas rancangan beleid  tersebut.

Sebelumnya  berbagai ormas Islam, haroqah dan lembaga dakwah diberbagai daerah di Tanah Air juga sudah menyatakan penolakannya.
Sementara itu, setelah melakukan kajian internal, mendengar aspirasi dan masukan dari ANNAS Wilayah dan Daerah,  dari para tokoh masyarakat, 44 ormas dan Lembaga dakwah serta masukan dari para akademisi, baik dari aspek Ideologishistoris, filosifis, yuridis dan sosilogis-pilitis, maka Aliansi Nasional Anti Syiah ( ANNAS) juga menyatakan sikap yang sama, menambah derasnya gelombang Penolakan terhadap RUU HIP.

Mengapa gelombang penolakan terhadap RUU HIP semakin hari semakin tak terbendung ? Tidak lain karena secara de facto penduduk negeri ini memang mayoritas agamis dan pancasilais, sementara RUU HIP diyakini oleh pihak yang menolak, sangatlah bertentangan dengan asas, prinsip dan norma Agama dan Pancasila.

Setiap yang beragama, pasti akan menolak tegas RUU HIP yang diyakini sangat mengkerdilkan Agama, dimana Agama yang sangat disakralkan oleh setiap pemeluknya dan diyakini sebagai wahyu Illahi yang mutlak kebenarannya, dalam RUU HIP disejajarkan dengan rohani dan budaya yang nisbi sifatnya. Ketuhanan YME  dirubah menjadi Ketuhanan yang berkebudayaan.

Setiap yang pancasilais sejati juga pasti akan menolak setiap upaya mendegradasi dan menghianati pancasila hasil konsensus nasional yang dalam RUU HIP ini disederhanakan menjadi Trisila yang kemudian terkristalisasi dalam Ekasika yaitu gotong royong.

Kita semua tentu mafhum dan sangat yakin sekali, jika di negeri ini tidak ada kelompok orang yang tidak beragama yang sekaligus anti Agama dan Pancasila kecuali PKI.

Karenanya, sangat logis jika banyak pihak menduga Neo PKI ada dibalik RUU HIP, terlebih lagi dengan tidak dicantumkannya dalam konsideran TAP MPRS nomor XXV tahun 1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran Komunisme/Marxisme-leninisme.

Cukup beralasan kiranya, jika banyak pihak menduga jika inisiator RUU HIP ini adalah Neo PKI yang berada di dalam maupun di luar DPR RI.

Atas dasar ini  dapat difahami, mengapa MUI di poin ke 8 maklumatnya  memberikan peringatan keras  : "Bila maklumat ini diabaikan oleh Pemerintah RI, maka kami Pimpinan MUI Pusat dan segenap Pimpinan MUI Provinsi se-Indonesia menghimbau Umat Islam Indonesia agar bangkit bersatu dengan segenap upaya konstitusional untuk menjadi garda terdepan dalam menolak faham komunisme dan berbagai upaya licik yang dilakukannya, demi terjaga dan terkawalnya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,"

Melihat keras dan derasnya penolakan, adalah sangat logis jika banyak pihak kemudian bertanya : "DPR RI yang ada sekarang ini mewakili siapa ?"  karena Mayoritas rakyat Indonesia beragama, dan Mayoritas rakyat indonesia meyakini Pancasila sebagai dasar negara, bukan Trisila, apalagi Ekasila.

Dari sudut pandang yang lain, disamping keprihatinan yang luar biasa, masyarakat khususnya Ummat Islam wajib bersyukur, karena kehadiran RUU HIP telah menampakkan dengan sangat jelas Wajah sesungguhnya DPR RI yang ada sekarang ini.

Dari berbagai sikap  politik  sebelumnya, seperti dukungan terhadap calon gubernur non muslim yang telah divonis pengadilan terbukti bersalah karena menodai kitab suci Al Qur'an. Begitu juga, dukungan terhadap perppu no.1 tahun 2020 dan juga RUU HIP, ummat Islam seharusnya sudah bisa mengambil  ibrah " pelajaran " dari pengalaman pahit selama ini, agar dikemudian hari tidak harus  jatuh lagi dilubang penderitaan dan kekecewaan yang sama.

Ummat Islam harus pandai membaca mana Partai penjilat, penipu dan penghianat yang hanya memanfaatkan suara ummat  sekedar untuk mengejar dan mewujudkan ambisi pribadi dan kelompoknya.

Atribut Islam dalam suatu partai nampaknya juga   tidak selamanya berjalan lurus sekaligus menjamin jika partai tersebut pasti akan selalu memperjuangkan aspirasi ummat Islam.

Mudah-mudahan bagi ummat Islam kini segalanya sudah terang benderang.
Mana saja Partai-Partai yang makruh dan bahkan haram hukumnya untuk diusung dan dipilih, dimana ummat Islam sudah harus segera menyatakan selamat tinggal bahkan talak tiga kepada Partai-Partai tersebut.
Mana juga  Partai-Partai yang sunnah  dan yang wajib diusung dan  dipilih karena benar - benar selama ini terbukti  murni berjuang demi kemaslahatan Agama, Bangsa dan Negara.

Tidak tertutup kemungkinan dalam RUU HIP ada diantara anggota  DPR RI yang secara pribadi tidak sejalan dengan keputusan fraksinya , maka  keberadaan mereka secara pribadi- pribadi selayaknya tetap didukung ummat Islam.

Wallohu a'lam.


 

*********************************************************************


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : K.H. Athian Ali M Dai, Lc,.MA
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments