Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

POTONG LIVING COST Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Mengejutkan wacana Kemenag yang hendak memotong living cost haji dari 1500 riyal menjadi 1000 riyal dengan alasan agar BPIH tidak naik. Di tengah isu dana haji yang tak jelas  digunakan oleh Pemerintah, maka rencana pemotongan living cost haji cukup menggelisahkan. Pemotongan living cost dapat mempengaruhi kenyamanan jamaah haji. 

Banyak kebijakan Pemerintah yang ugal ugalan. Di samping BPJS yang semua kelas naik kini elpiji 3 kg juga naik mencekik. Dua duanya pasti menyulitkan rakyat kecil. Pemerintah seperti tak berperasaan. 
Di sisi lain korupsi merajalela. Trilyunan duit rakyat dirampok. Pemerintah terus memburu dana kemana mana meski hutang telah menggunung.  Menteri keuangan pun sebenarnya sudah teriak teriak minta ampun. 

Persoalah haji yang utama bukan naik tidaknya BPIH tetapi masa tunggu yang terlalu lama. Andai solusi pada percepatan keberangkatan mungkin kenaikan biaya tidak menjadi masalah.  Berbeda dengan tarif listrik,   air ledeng, bpjs, atau gas elpiji yang langsung menyangkut hajat kepentingan orang banyak. Pemerintah terkesan menipu setelah meniadakan minyak tanah lalu rakyat beralih pada gas, ternyata subsidi dicabut dan harga pun naik. Bayangkan betapa menjeritnya rakyat pedesaan, tukang baso, atau penjual gorengan. 

Naik harga gas elpiji dan pemotongan living cost jamaah haji bukan saja merupakan kebijakan yang tidak populis, akan tetapi juga memberatkan. Jamaah haji itu berada di lingkungan yang harga barang dan biaya hidup lebih tinggi. Meski fasilitas akomodasi dan makan sehari hari ada akan tetapi tetap mesti ditunjang dengan bekal standar. Living cost sangat  dibutuhkan. 

Dengan hanya 1000 riyal jika dibayarkan untuk hadyu atau dam tamatu 500 riyal saja sudah besar terambil, belum biaya lain seperti taksi, kereta dorong, ziarah atau jajanan buah buahan. Perlu diingat di Mekkah tidak semua hari terpenuhi fasilitas makan jamaah. Belum lagi jika menghitung oleh oleh. Artinya yang 1500 riyal saja biasanya pas pasan apalagi dipotong menjadi 1000 riyal. 

DPR RI khususnya Komisi VIII diharapkan memperjuangkan maksimal agar tidak terjadi pemotongan biaya hidup (living cost) jama'ah haji. Dana haji yang tersimpan cukup besar. Janganlah penyimpangan alokasi dana haji bergeser menjadi beban jama'ah sehingga dana living cost pun harus diganggu. 

Melayani jama'ah itu ibadah yang membawa berkah. Memberatkan jama'ah memancing marah Allah. 
Mereka adalah tamu tamu Allah. 

*) Pemerhati Politik dan Keagamaan
 

Bandung, 18 Januari 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...



Comments