Quotes

  • IKHLAS adalah Kepasrahan, bukan mengalah apalagi menyerah kalah

  • Solusi untuk setiap masalah adalah dengan Sabar dan Istighfar

  • Kesalahan terburuk kita adalah tertarik pd kesalahan orang lain

  • “Hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Q,S Yusuf: 86)

  • Kegelisahan akan hilang saat shalat dimulai

KAPAL KARAM Nasional


 

by M Rizal Fadillah *)

Pemerintahan Jokowi di periode kedua diidamkan oleh para pendukungnya akan semakin solid, menguat, dan maju. Maklum telah berpengalaman 5 tahun sebelumnya. Akan tetapi nampaknya harapan itu menjadi fatamorgana. Perjalanan terseok seok dan jalan di depan semakin buram bahkan gelap. 

Jokowi memang diragukan kualifikasi kepemimpinannya sejak awal. Kecuali pendukung buta yang melihat sebaliknya. 

Ada empat kelemahan utama, yaitu :

Pertama, janji yang sulit ditepati. Ini karena prinsip yang dipegang adalah "image first" pencitraan yang dibuat populis dan humanis. Membangun simpati dengan profil sederhana, polos, dan baik.  Sri Mulyani "sakit perut" membayangkan realisasi janji jokowi. 

Kedua, terlalu banyak jasa lingkungan. Beban balas jasa politik ini terwujud dengan "bagi bagi kue" kekuasaan. Tidak penting "the right man on the right job". Menteri, Wakil Menteri, dan staf staf yang tidak kompeten. 

Ketiga, andalan pembangunan pada infrastruktur yang berbiaya tinggi. Akibatnya hutang  besar. Tidak berorientasi pada kemandirian usaha dan pengembangan sumber daya manusia. 

Keempat, program seenaknya. Tanpa berfikir panjang termasuk dampak. Pindah ibukota tanpa modal. Mau jualan tanah seperti jualan "pisang goreng". Omnibus law hanya menguntungkan pengusaha. UU KPK diacak acak. Demi eksistensi diri korupsi menjadi tak terkendali. 

Wibawa sebenarnya ambruk, jika dibaca secara obyektif maka tingkat kepercayaan rakyat jauh sudah merosot. Tak ada rasa bahagia dan puas. Media mulai berani mengkritisi karena tidak tahan untuk terus memproteksi. Apalagi medsos yang gemar mengolok olok bahkan mencaci maki. 

Pemerintahan Jokowi kini bagai kapal "titanic" yang akan karam. Ekonomi nasional dan global adalah salju yang membentur. Abai kepada sinyal sinyal. Berpesta kaum borjuasi di kapal yang bergerak menuju kematian. 

Kepanikan terjadi. Penumpang mulai berlompatan mencari sekoci. Orang sekitar merancang opsi opsi. Nakhoda semakin tak mampu memegang kendali.
Kapal "titanic" karam dengan musik orkestra  kesedihan "nearer, my god, to thee".
Semua ingat pada Tuhan tapi....terlambat. 

*) Pemerhati Politik
 

Bandung , 20 Maret 2020

 

*********************************************************************

Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program ANNAS FOUNDATION

Ke No. Rek. an. ANNAS FOUNDATION
Bank Muamalat :
129 000 3048 (Wakaf)
129 000 3049 (Shodaqoh)
129 000 3050 (Zakat)

Bank Mandiri :
13000 41 3000 40 (Wakaf)
13000 51 3000 54 (Shodaqoh)
13000 41 3000 57 (Zakat)

Hubungi Hot Line Kami 
Di 081 12345 741

Atau Bisa Langsung Ke Kantor Kas ANNAS Foundation 
Di Jl. CIJAGRA RAYA NO 39 
BANDUNG
Senin sd Sabtu 09.00 sd 15.30


#ANNAS
#SyiahbukanIslam
#JundullahANNAS
#GEMAANNAS
#GARDAANNAS
#ANNASFoundation

#ANNASINDONESIA
 

Dikutip dari             : -

Penulis                   : M Rizal Fadillah
 

Jika artikel ini bermanfaat, silahkan share.  Lets change the world together saudaraku !...

 


Comments